HOME  ⁄  Nasional

Banjir Merendam Tiga Kecamatan di Langkat setelah Hujan Lebat dan Tanggul Sungai Jebol

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Banjir Merendam Tiga Kecamatan di Langkat setelah Hujan Lebat dan Tanggul Sungai Jebol
Foto: (Sumber :Salah satu rumah warga yang terdampak banjir di Langkat. ANTARA/HO-BPBD Langkat.)

Pantau - Banjir merendam sedikitnya tiga kecamatan di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, setelah hujan berintensitas tinggi menyebabkan sejumlah sungai meluap dan tanggul pengaman jebol di beberapa titik sejak Senin, 7 September 2026.

Tiga wilayah terdampak adalah Kecamatan Batang Sarangan, Padang Tualang, dan Tanjung Pura, sementara BPBD Kabupaten Langkat memastikan hingga Selasa belum menerima laporan korban jiwa.

Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Langkat Ansyari mengatakan hujan yang terus mengguyur wilayah hulu membuat debit sungai meningkat tajam.

"Banjir berawal dari curah hujan dengan intensitas tinggi yang turun secara terus-menerus di wilayah hulu sejak Senin, sehingga debit air sungai meningkat tajam dan meluap ke permukiman warga. Kondisi diperparah dengan jebolnya tanggul pengaman sungai di beberapa titik, sehingga air meluap lebih cepat dan meluas ke pemukiman," katanya.

Lebih dari Seribu KK Terdampak di Padang Tualang

Kondisi banjir di Kecamatan Padang Tualang turut diperparah pasang tinggi air laut di muara sungai yang menghambat aliran air menuju laut dan menyebabkan air kembali meluap ke daratan.

Di Dusun 12 Benteng Rejo, sebanyak 600 kepala keluarga terdampak banjir dengan ketinggian air mencapai 30 hingga 120 sentimeter.

Di Dusun 11 Tegal Rejo, sebanyak 250 kepala keluarga terdampak dengan ketinggian air berkisar 25 hingga 95 sentimeter.

Sementara itu, sebanyak 260 kepala keluarga di Dusun Somor Bor terdampak banjir dengan ketinggian air sekitar 20 hingga 30 sentimeter.

"Belum ada laporan korban jiwa," kata Ansyari.

"Data dampak di Kecamatan Batang Sarangan dan Kecamatan Tanjung Pura masih dalam proses pendataan dan akan dilaporkan secara lengkap segera setelah data terkumpul," kata Ansyari.

BPBD Siagakan Perahu dan Perlengkapan Evakuasi

BPBD Langkat terus memantau perkembangan banjir secara langsung di tiga kecamatan terdampak serta menyiapkan langkah penanganan apabila kondisi memburuk.

Bantuan berupa sembako, tenda keluarga, serta dua perahu fiber telah disalurkan untuk mendukung penanganan masyarakat di lokasi banjir.

"Tim BPBD turun langsung ke lokasi membawa bantuan logistik serta peralatan guna keperluan penyaluran bantuan maupun apabila diperlukan evakuasi," katanya.

BPBD juga berkoordinasi dengan pemerintah desa, kecamatan, Polsek, Koramil, dan puskesmas di masing-masing wilayah untuk memperkuat kesiapan penanganan bersama.

Personel dan perlengkapan darurat disiagakan untuk mengantisipasi kebutuhan evakuasi apabila permukaan air kembali meningkat atau tanggul kembali jebol.

"Kepada masyarakat diimbau agar tetap waspada terhadap kemungkinan kenaikan air serta kerusakan akibat jebolnya tanggul, dan bersiap melakukan evakuasi sewaktu-waktu apabila diperlukan," katanya.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026