HOME  ⁄  Nasional

Publikasi Ilmiah Dinilai Bergeser Menjadi Ukuran Administratif Karier Dosen

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Publikasi Ilmiah Dinilai Bergeser Menjadi Ukuran Administratif Karier Dosen
Foto: Ilustrasi jurnal korpus

Pantau - Sistem karier akademik dosen di Indonesia dinilai menghadapi persoalan ketika publikasi ilmiah yang semestinya menjadi sarana menyebarluaskan kontribusi penelitian justru bergeser menjadi ukuran administratif untuk menentukan kenaikan jabatan.

Pandangan tersebut disampaikan Prof Ali Saukah dalam telaah mengenai karier dosen yang menyoroti perkembangan kebijakan publikasi ilmiah di perguruan tinggi Indonesia selama lebih dari dua dekade.

Perguruan tinggi selama periode tersebut terus didorong meningkatkan produktivitas penelitian melalui penerbitan artikel ilmiah, terutama pada jurnal yang masuk dalam pengindeks bereputasi.

Semakin banyak artikel yang diterbitkan seorang dosen pada jurnal bereputasi, semakin tinggi pula produktivitas akademiknya dinilai dalam sistem yang berjalan.

Publikasi Tetap Penting bagi Pengembangan Ilmu

Dorongan meningkatkan publikasi pada awalnya dinilai dapat dipahami karena Indonesia membutuhkan budaya penelitian yang semakin kuat sekaligus kehadiran ilmuwan Indonesia dalam percakapan akademik dunia.

Publikasi melalui jurnal ilmiah bereputasi juga memiliki peran penting karena memungkinkan hasil penelitian menjalani pemeriksaan sejawat dan diketahui oleh komunitas ilmiah.

Hasil penelitian yang telah dipublikasikan selanjutnya dapat dikembangkan lebih jauh serta dimanfaatkan oleh komunitas sesuai bidang dan kebutuhan masing-masing.

Persoalan muncul ketika publikasi tidak lagi ditempatkan terutama sebagai sarana menyebarluaskan kontribusi ilmiah, melainkan menjadi ukuran untuk menentukan perjalanan karier akademik seorang dosen.

Dalam kondisi tersebut, dosen dituntut memenuhi jumlah artikel tertentu, mengarahkan tulisan ke jurnal tertentu, serta mempertimbangkan indeks dan kuartil jurnal yang menjadi tempat publikasi.

Jumlah sitasi terhadap karya ilmiah juga ikut diperhitungkan sebelum berbagai indikator tersebut dikonversikan menjadi angka untuk kepentingan kenaikan jabatan.

Ukuran Administratif Dinilai Menggeser Substansi Penelitian

Orientasi terhadap jumlah publikasi berpotensi menggeser pertanyaan mendasar mengenai hasil penelitian, kebaruan yang dihasilkan, perubahan yang tercipta, serta pihak yang memperoleh manfaat dari penelitian tersebut.

Perhatian dalam proses karier akademik kemudian lebih banyak diarahkan pada jumlah artikel yang berhasil diterbitkan dan jurnal yang menjadi tempat penerbitannya.

Kondisi tersebut membuat ukuran administratif memperoleh posisi penting dalam perjalanan karier dosen, sementara kontribusi substantif penelitian menjadi persoalan yang perlu tetap mendapatkan perhatian.

Publikasi pada jurnal ilmiah tetap dipandang sebagai bagian penting dari kegiatan akademik, tetapi fungsinya tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan persyaratan kenaikan jabatan.

Kontribusi Ilmiah Perlu Tetap Menjadi Perhatian

Penelitian pada dasarnya menghasilkan pengetahuan yang dapat diperiksa oleh sejawat, dikembangkan oleh komunitas akademik, dan dimanfaatkan oleh masyarakat.

Produktivitas publikasi karena itu berkaitan dengan upaya membangun budaya penelitian sekaligus memperkuat keterlibatan ilmuwan Indonesia dalam perkembangan ilmu pengetahuan.

Persoalan muncul ketika angka publikasi, indeks jurnal, kuartil, dan jumlah sitasi menjadi ukuran dominan dalam menilai perjalanan karier seorang akademisi.

Telaah tersebut menempatkan kembali persoalan karier dosen pada pertanyaan mengenai keseimbangan antara produktivitas publikasi dan kontribusi nyata yang dihasilkan melalui penelitian.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026