
Pantau - Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Kalimantan Selatan menyoroti pengawasan keselamatan pelayaran menyusul kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 di Laut Jawa yang membawa 243 penumpang.
MTI Kalsel menilai penanganan kecelakaan tidak cukup hanya berfokus pada pencarian dan evakuasi korban, tetapi perlu menjadi bahan evaluasi terhadap pengawasan keselamatan transportasi laut, terutama ketika kapal menghadapi risiko cuaca buruk.
Ketua DPW MTI Kalsel M Aulia Rahman mengatakan pihaknya mendapat perhatian dari MTI pusat untuk mengikuti perkembangan kecelakaan sekaligus memberikan masukan terkait aspek keselamatan transportasi.
"Kami fokus di bidang pengawasan dan juga memberikan masukan-masukan untuk bidang transportasi, sehingga apa yang terjadi ini bisa menjadi bahan evaluasi dan solusi ke depan," katanya.
MTI Kalsel juga terus memantau perkembangan jumlah korban dan kondisi penumpang yang berhasil diselamatkan dalam proses pencarian serta evakuasi.
Keselamatan Pelayaran Perlu Jadi Bahan Evaluasi
MTI Kalsel menilai kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 perlu menjadi momentum untuk mengevaluasi sistem pengawasan keselamatan pelayaran agar kejadian serupa dapat diantisipasi.
Perhatian terhadap aspek keselamatan dinilai penting terutama berkaitan dengan risiko perjalanan kapal saat menghadapi kondisi cuaca buruk di perairan.
MTI Kalsel turut memperhatikan kemungkinan adanya penumpang yang mengalami trauma akibat kecelakaan sehingga membutuhkan pendampingan setelah proses evakuasi.
Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin sebelumnya mengerahkan tim SAR setelah Virgo Transport 8 dilaporkan hilang kontak ketika berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin dalam kondisi cuaca buruk.
Posisi Terakhir Kapal Sekitar 80 Mil Laut dari Basirih
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin sekaligus SAR Mission Coordinator I Putu Sudayana mengatakan posisi terakhir kapal yang diterima berada sekitar 80 mil laut dari Dermaga SAR Basirih, Banjarmasin.
"Posisi terakhir kapal yang diterima berada sekitar 80 mil laut dari Dermaga SAR Basirih, Banjarmasin," katanya.
Kapal dilaporkan hilang kontak sekitar pukul 02.00 WITA setelah menghadapi kondisi cuaca buruk dalam perjalanan menuju Banjarmasin.
Laporan mengenai kejadian tersebut kemudian diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin pada pukul 04.10 WITA dari General Manager PT Virgo Yoel Rihi.
"Kami terus melakukan upaya pencarian dan pertolongan berdasarkan informasi terakhir yang kami terima," katanya.
Ambulans Disiagakan di Pelabuhan Trisakti
Sejumlah ambulans dari gabungan relawan kedaruratan disiagakan di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin untuk mendukung penanganan penumpang yang berhasil dievakuasi.
Kesiapan ambulans ditujukan untuk mempercepat pertolongan apabila terdapat penumpang yang membutuhkan penanganan medis setelah tiba di pelabuhan.
Kapal yang membawa penumpang hasil evakuasi diperkirakan membutuhkan waktu sekitar lima jam untuk tiba di Pelabuhan Trisakti bersama kapal-kapal lainnya.
MTI Kalsel berharap perkembangan kecelakaan tersebut dapat menjadi bahan evaluasi dan menghasilkan solusi untuk memperkuat keselamatan serta pengawasan transportasi laut ke depan.
- Penulis :
- Gerry Eka




