
Pantau - Presiden RI Prabowo Subianto tiba di Indonesia pada Senin (14/9/2026) dini hari setelah menyelesaikan kunjungan kerja ke New Delhi, India, untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2026.
Pesawat yang membawa Prabowo bersama rombongan mendarat di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada pukul 00.08 WIB.
Kedatangan Presiden disambut Wakil Presiden Gibran Rakabuming, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, dan Kepala BIN Muhammad Herindra.
Prabowo Tekankan Ketahanan dan Kemandirian Negara
Prabowo menghadiri KTT BRICS 2026 sebagai pemimpin negara anggota penuh selama kunjungan kerja di New Delhi pada 12-13 September 2026.
Dalam forum tersebut, Prabowo menekankan pentingnya kebersamaan negara-negara BRICS untuk memperkuat posisi dan ketahanan masing-masing negara.
“Dengan bersatu, kita juga menjadi lebih kuat. Kekuatan selalu bermula dari dalam negeri bersama rakyat kita, lewat kemampuan kita untuk memenuhi kebutuhan pangan mereka, menjamin pasokan energi yang mereka perlukan, mendidik anak-anak kita, serta memberikan mereka kesempatan untuk hidup sejahtera,” ucap Presiden Prabowo.
Prabowo menilai pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun negara yang tangguh dan mandiri.
“Begitulah cara kita membangun bangsa yang tangguh dan benar-benar mandiri," ujar Presiden.
Indonesia Perkuat Kerja Sama BRICS
Kunjungan Prabowo ke New Delhi turut menegaskan komitmen Indonesia untuk memperkuat kerja sama dengan negara-negara anggota dan mitra BRICS.
Keikutsertaan Indonesia dalam KTT BRICS 2026 menjadi bagian dari upaya mendorong kolaborasi yang lebih erat dalam menghadapi dinamika global.
Kerja sama tersebut juga diarahkan untuk mewujudkan pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.
Setelah seluruh agenda KTT BRICS di New Delhi selesai, Prabowo bersama rombongan terbatas langsung kembali ke Indonesia.
Presiden dalam penerbangan tersebut didampingi Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




