
Pantau - PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) menargetkan pembangunan jaringan gas (jargas) baru untuk melayani sekitar 59.990 sambungan rumah (SR) di Kota Surabaya dan Kabupaten Gresik, Jawa Timur, pada periode 2025–2026.
"Ini upaya kami memperluas edukasi mengenai pemanfaatan gas bumi sekaligus mendorong masyarakat menggunakan energi yang lebih praktis, aman, dan ramah lingkungan," kata General Manager PGN Sales and Operation Region (SOR) III Hedi Hedianto di Surabaya, Selasa (15/9/2026).
Hedi mengatakan pembangunan jargas tahun ini menyasar Surabaya Timur, Surabaya Tengah, Surabaya Barat, serta sebagian wilayah Surabaya Utara.
Minat masyarakat terhadap perluasan jaringan tersebut mencapai sekitar 36.000 formulir permintaan berlangganan atau pemasangan jargas hingga Agustus 2026.
Jumlah pengguna gas bumi di Surabaya dan Gresik saat ini mencapai sekitar 61.000 pelanggan yang terdiri atas sektor rumah tangga, komersial, dan industri.
PGN Perluas Sosialisasi GasKita
Pembangunan jargas dilakukan PGN dengan berkoordinasi bersama Pemerintah Kota Surabaya dan sejumlah pemangku kepentingan terkait.
PGN juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat di wilayah yang menjadi sasaran pembangunan jaringan.
Melalui City Gas Tour 2026 di sejumlah kota seperti Sidoarjo, Probolinggo, dan Surabaya, PGN memperkenalkan layanan GasKita kepada masyarakat.
"Kami terus mempromosikan dan mengenalkan GasKita kepada masyarakat yang merupakan penyaluran gas bumi melalui pipa untuk rumah tangga di perumahan-perumahan dan usaha kecil yang ada di wilayah operasional PGN,” ujar Hedi.
Hedi berharap kegiatan tersebut meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pemanfaatan gas bumi sebagai salah satu pilihan energi untuk kebutuhan sehari-hari.
Keamanan Penggunaan Gas Bumi Turut Diedukasi
Area Head PGN Surabaya Arief Nurrachman mengatakan edukasi dalam City Gas Tour tidak hanya membahas pemanfaatan gas bumi untuk rumah tangga, sektor komersial, UMKM, dan industri, tetapi juga mencakup aspek keamanan serta keselamatan.
Warga Jojoran, Surabaya, Sindy Wahyudi mengaku telah menggunakan gas bumi sekitar satu tahun dan menilai layanan tersebut membuat kegiatan memasak lebih praktis karena tidak perlu khawatir kehabisan gas.
“Kami merasakan manfaat dari penggunaan gas bumi, lebih murah dan praktis. Kami tidak lagi mengalami kebingungan karena kehabisan gas, terutama kalau malam hari. Selain itu, lebih safety,” ujar Sindy.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




