HOME  ⁄  Nasional

Karhutla Melanda Palangka Raya, 1.201 Hektare Lahan Terbakar dalam 567 Kejadian

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Karhutla Melanda Palangka Raya, 1.201 Hektare Lahan Terbakar dalam 567 Kejadian
Foto: Petugas melakukan pemadamakan kebakaran lahan di Kota Palangka Raya (sumber: ANTARA/Rendhik Andika)

Pantau - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, mencatat 1.201,15 hektare lahan terbakar akibat 567 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sepanjang 1 Juni hingga 16 September 2026.

Kepala BPBD Kota Palangka Raya Hendrikus Satriya Budi mengatakan ratusan kejadian karhutla tersebut tersebar di lima kecamatan dengan jumlah terbanyak terjadi di Kecamatan Jekan Raya.

"Selama periode 1 Juni sampai 16 September 2026 kami mencatat terjadi 567 kejadian karhutla dengan total luas lahan terbakar mencapai 1.201,15 hektare. Kejadian terbanyak berada di Kecamatan Jekan Raya, diikuti wilayah Kecamatan Sebangau," kata Hendrikus Satriya Budi.

Jekan Raya Catat 362 Kejadian Karhutla

Berdasarkan data BPBD Kota Palangka Raya, Kecamatan Jekan Raya mencatat 362 kejadian karhutla dan menjadi wilayah dengan jumlah kejadian terbanyak.

Kecamatan Sebangau berada di urutan berikutnya dengan 119 kejadian karhutla.

Sementara itu, Kecamatan Pahandut mencatat 50 kejadian, Kecamatan Bukit Batu 33 kejadian, dan Kecamatan Rakumpit menjadi wilayah dengan jumlah kejadian paling sedikit yakni tiga kejadian.

Hendrikus mengatakan setiap laporan kebakaran yang diterima BPBD langsung ditindaklanjuti dengan mengerahkan personel dan berbagai sarana pemadaman ke lokasi kejadian.

Penanganan dilakukan secepat mungkin untuk mengendalikan api sekaligus mencegah area kebakaran semakin meluas.

"Penanganan kami lakukan secepat mungkin, terutama ketika kebakaran terjadi di kawasan lahan gambut yang memiliki potensi terbakar lebih besar dan sulit dipadamkan," ujarnya.

BPBD memberikan perhatian khusus terhadap kebakaran di kawasan lahan gambut karena karakteristiknya membuat api lebih sulit dipadamkan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Palangka Raya Muhammad Heri Pauzi mengatakan karakteristik lahan gambut menjadi salah satu tantangan dalam penanganan karhutla.

Api pada lahan gambut dapat merambat dan bertahan di bawah permukaan tanah sehingga proses pemadaman harus dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan titik api benar-benar terkendali.

BPBD Perkuat Sinergi Cegah Kebakaran Meluas

Dalam pengendalian karhutla, BPBD Kota Palangka Raya memperkuat sinergi dengan Manggala Agni, TNI, Polri, Dinas Kehutanan, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), dan pemadam kebakaran.

Penanganan juga melibatkan relawan, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta perangkat kecamatan dan kelurahan.

Kolaborasi lintas instansi tersebut dilakukan untuk mempercepat pengendalian kebakaran hutan dan lahan serta menekan risiko api meluas.

Upaya pengendalian mencakup pemadaman melalui jalur darat, patroli terpadu, serta pemantauan terhadap wilayah yang rawan mengalami karhutla.

Tim juga menyediakan sumber air melalui pembangunan sumur bor di sejumlah lokasi untuk mendukung kegiatan pemadaman.

"Sinergi ini terus kami lakukan agar setiap kejadian dapat ditangani dengan cepat dan risiko meluasnya kebakaran dapat ditekan," katanya.

Penulis :
Shila Glorya
FLOII 2026