
Pantau - Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan mengimbau masyarakat di delapan kabupaten untuk menanam kembali pohon di kawasan hutan yang gundul sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan serta mencegah banjir dan tanah longsor.
Gubernur Papua Pegunungan John Tabo mengatakan penghijauan perlu dilakukan pada kawasan hutan yang sebelumnya telah dibabat atau mengalami kerusakan.
“Masyarakat harus kembali menanam pohon di kawasan hutan yang telah dibabat atau gundul, sehingga kelestarian alam dapat kembali terjaga dan mencegah terjadinya bencana alam, seperti banjir dan tanah longsor,” katanya.
Pemprov Minta Dukungan Pemerintah Pusat
John mengatakan pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten tidak dapat menjalankan program penghijauan sendiri sehingga membutuhkan dukungan Kementerian Kehutanan RI.
“Kami butuhkan dukungan nyata, baik anggaran maupun kebijakan untuk dapat menanam kembali kawasan hutan yang gundul di wilayah Papua Pegunungan supaya dapat kembali hijau dan menjadi sumber oksigen bagi makhluk hidup,” ujarnya.
Menurut dia, karakteristik hutan Papua Pegunungan berbeda dengan kawasan pesisir karena kondisi cuaca yang dingin membuat pohon-pohon berukuran besar relatif jarang berkembang.
“Kami di wilayah Papua Pegunungan pohon-pohon besar itu jarang sekali, karena dipengaruhi dengan cuaca yang dingin, maka pohon besar jarang dapat berkembang. Maka, dukungan pemerintah pusat sangat penting untuk program penghijauan di daerah ini,” katanya.
Hutan Dinilai sebagai Sumber Kehidupan Masyarakat
John menyebut masyarakat Papua Pegunungan secara budaya memiliki aturan yang melarang tindakan membakar pohon dan merusak hutan secara sembarangan.
“Hutan adalah mama, karena di dalamnya tersimpan sumber kehidupan bagi masyarakat Papua, baik pesisir maupun pegunungan, sehingga kawasan ini perlu mendapatkan perlindungan yang baik,” ujarnya.
Pemerintah daerah berharap dukungan masyarakat dan pemerintah pusat dapat mempercepat penghijauan kawasan hutan gundul sekaligus menjaga fungsi lingkungan di Papua Pegunungan.
- Penulis :
- Gerry Eka




