HOME  ⁄  Nasional

Pemerintah Pusat Tangani Tiga Jembatan Bireuen yang Rusak Diterjang Banjir Bandang

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Pemerintah Pusat Tangani Tiga Jembatan Bireuen yang Rusak Diterjang Banjir Bandang
Foto: Bupati Bireuen, Mukhlis saat meninjau dan melakukan uji coba fungsional jembatan Krueng Tingkeum Kecamatan Kutablang Kabupaten Bireuen, Aceh, Minggu 20/9/2026 (sumber: Humas Pemkab Bireuen)

Pantau - Pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menangani pembangunan kembali tiga jembatan di Kabupaten Bireuen, Aceh, sebagai bagian dari pemulihan infrastruktur pascabanjir bandang.

Bupati Bireuen Mukhlis mengatakan tiga jembatan yang mendapatkan penanganan tahun ini meliputi jembatan yang menjadi kewenangan pusat dan daerah.

"Untuk tahun ini telah ditangani tiga jembatan, yakni Jembatan Krueng Tingkeum dan Jembatan Teupin Mane (kewenangan pusat) dan Pante Lhong (daerah)," ungkap Mukhlis.

Banjir Hancurkan 12 Jembatan di Krueng Peusangan

Mukhlis menjelaskan banjir bandang yang melanda Bireuen pada akhir November 2025 mengakibatkan kerusakan terhadap berbagai infrastruktur di daerah tersebut.

Kerusakan signifikan terjadi pada infrastruktur jembatan di sepanjang Krueng atau Sungai Peusangan.

Sebanyak 12 jembatan dilaporkan hancur di sepanjang aliran Krueng Peusangan, mulai dari kawasan Peusangan Siblah Krueng, Peusangan Selatan, hingga Pante Rhue Pante Peusangan.

Dari 12 jembatan yang hancur tersebut, empat di antaranya merupakan jembatan gantung.

Menurut Mukhlis, dua jembatan yang menjadi kewenangan pemerintah pusat telah mendapatkan penanganan.

Salah satunya adalah Jembatan Kutablang yang berada pada akses nasional penghubung Aceh dengan Sumatera Utara.

Jembatan Kutablang telah menyelesaikan tahap uji coba dan mulai difungsikan sejak Minggu, 20 September 2026.

Jembatan lainnya adalah Jembatan Teupin Mane yang memiliki peran penting dalam menghubungkan jalur Pantai Timur dengan wilayah tengah Aceh, termasuk Bener Meriah dan Gayo Lues.

Proses pengerjaan Jembatan Teupin Mane disebut berjalan dengan baik dan ditargetkan rampung pada Desember 2026.

Penanganan juga dilakukan terhadap jembatan rangka baja Pante Lhong yang sebenarnya menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten Bireuen.

Meski berstatus sebagai infrastruktur daerah, penanganan Jembatan Pante Lhong mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat dan pengerjaannya masih berlangsung.

Mukhlis menegaskan penanganan Jembatan Kutablang, Teupin Mane, dan Pante Lhong merupakan hasil koordinasi pemerintah daerah dengan pemerintah pusat.

"Kehadiran jembatan ini merupakan hasil dari perjuangan dan koordinasi yang terus kita dilakukan bersama pemerintah pusat," kata Mukhlis.

Menurutnya, koordinasi tersebut membuat penanganan infrastruktur dapat berjalan lebih cepat dan sesuai waktu yang direncanakan.

Bireuen Usulkan Tiga Jembatan Tambahan

Selain jembatan yang telah mendapatkan penanganan, Pemerintah Kabupaten Bireuen mengusulkan pembangunan tiga jembatan lainnya kepada pemerintah pusat.

Ketiga jembatan yang diusulkan tersebut berada di Peusangan Siblah Krueng, Ulee Jalan, dan Alu Limeng.

Mukhlis menyebut tiga jembatan tersebut direncanakan dibangun pada 2027.

"Kita juga telah mengusulkan ke Pemerintah Pusat untuk dibangun tiga jembatan lagi, dan bakal dibangun tahun depan," ujar Mukhlis.

Pemerintah Kabupaten Bireuen berharap dukungan pemerintah pusat dapat mempercepat pemulihan infrastruktur daerah yang rusak akibat banjir bandang.

Mukhlis turut menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto, Menteri PU Dody Hanggodo, serta jajaran pemerintah pusat atas penanganan infrastruktur di Bireuen.

"Terima kasih kepada Presiden RI Prabowo Subianto, Menteri PU Dody Hanggodo, serta seluruh jajaran pemerintah pusat atas gerak cepat dan perhatiannya terhadap infrastruktur di Bireuen," kata Mukhlis.

Penulis :
Shila Glorya
FLOII 2026