HOME  ⁄  Nasional

Habib Aboe Bakar Minta BNNP Jatim Ukur Efektivitas Pengawasan Vape untuk Cegah Penyalahgunaan Narkoba

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Habib Aboe Bakar Minta BNNP Jatim Ukur Efektivitas Pengawasan Vape untuk Cegah Penyalahgunaan Narkoba
Foto: (Sumber :Anggota Komisi III DPR RI Habib Aboe Bakar Al-Habsyi saat mengikuti pertemuan Komisi III DPR RI dengan jajaran Polda Jatim, Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, dan BNN Provinsi Jawa Timur di Mapolda Jawa Timur, Surabaya, Kamis (17/9/2026). Foto: Arifman/Karisma.)

Pantau - Anggota Komisi III DPR RI Habib Aboe Bakar Alhabsyi meminta Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur memastikan kebijakan pembatasan dan pengawasan rokok elektrik atau vape di lingkungan sekolah berjalan efektif sebagai bagian dari pencegahan penyalahgunaan narkoba pada generasi muda.

Habib menyampaikan hal tersebut dalam pertemuan Komisi III DPR RI bersama jajaran Polda Jawa Timur, Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, dan BNNP Jawa Timur di Mapolda Jawa Timur, Surabaya, Kamis (17/9/2026).

Ia mengapresiasi langkah BNNP Jawa Timur yang berkolaborasi dengan sejumlah pemangku kepentingan dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba, termasuk melalui surat edaran bersama mengenai pembatasan dan pengawasan vape di lingkungan sekolah.

“Selanjutnya untuk pencegahan (penyalahgunaan narkoba di) pondok pesantren Madura, pembatasan serta pengawasan rokok elektrik vape di lingkungan sekolah melalui surat edaran bersama ini juga bagus,” ujar Habib.

Efektivitas Pengawasan Vape Diminta Terukur

Habib meminta BNNP Jawa Timur menetapkan indikator untuk mengukur dampak jangka panjang kebijakan pengawasan vape dan penerapan kurikulum antinarkoba di sekolah.

“Bagaimana pula BNNP Jatim dapat mengukur efektivitas jangka panjang dari terobosan kurikulum anti narkoba di sekolah, serta SE pembatasan vape, agar dampaknya terukur secara nyata di lapangan,” ungkapnya.

Menurut Habib, pencegahan penyalahgunaan narkoba juga perlu diperkuat melalui pendekatan sosial dan keagamaan dengan melibatkan tokoh agama serta masyarakat.

Ia turut menyinggung Fatwa MUI Jawa Timur Nomor 1 Tahun 2026 tentang keharaman penyalahgunaan vape untuk narkotika sebagai salah satu instrumen yang dapat mendukung langkah pencegahan.

Habib juga mengapresiasi integrasi kurikulum antinarkoba pada satuan pendidikan mulai dari PAUD hingga SMA untuk membangun kesadaran sejak dini.

“saya merasa penting bagi kita menengahkan masalah narkoba, ini sangat berat di wilayah kita dan secara umum Indonesia,” ujarnya.

BNNP Diminta Perkuat Deteksi Penyelundupan

Selain pencegahan di lingkungan pendidikan, Habib meminta BNNP Jawa Timur memperkuat upaya menghadapi modus penyelundupan narkotika dalam skala besar.

Ia mencontohkan pengungkapan 3,37 ton kuncup bunga ganja yang menggunakan kontainer dari Thailand sebagai alasan perlunya penguatan koordinasi dengan Bea Cukai dalam sistem deteksi dini dan pengelolaan barang bukti.

Habib berharap program pencegahan BNNP Jawa Timur dievaluasi secara berkala agar dampaknya dalam menekan penyalahgunaan narkoba dapat diukur secara nyata.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026