HOME  ⁄  Nasional

Indonesia Jajaki Pesawat COMAC China untuk Bantu Pemadaman Karhutla

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Indonesia Jajaki Pesawat COMAC China untuk Bantu Pemadaman Karhutla
Foto: (Sumber :Ilustrasi Pesawat Commercial Aircraft Corporation of China (COMAC) C919. ANTARA/Xinhua/Then Chih Wey/aa..)

Pantau - Kementerian Perhubungan RI menjajaki penggunaan pesawat C909 buatan BUMN China, Commercial Aircraft Corporation of China, Ltd. (COMAC), untuk membantu operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Lukman F. Laisa mengatakan pembicaraan dengan petinggi COMAC telah dilakukan di Shanghai.

"Kami melakukan menjajakan agar C909 dari COMAC dapat membantu memadamkan kebakaran hutan yang sedang dialami di beberapa wilayah di Indonesia saat ini," kata Lukman saat ditemui di Beijing, Selasa (22/9/2026).

Lukman berada di Beijing sebagai anggota delegasi pemerintah Indonesia untuk menghadiri Global Sustainable Transport Forum (GSTF) 2026 dan The 12th APEC Transportation Ministerial Meeting.

COMAC Siapkan Teknologi Pemadaman Presisi

Rencana pemadaman karhutla menggunakan pesawat COMAC akan memanfaatkan teknologi baru yang disebut dapat menyalurkan material ramah lingkungan secara lebih presisi ke titik api.

Waktu kedatangan pesawat COMAC ke Indonesia belum dapat dipastikan karena masih membutuhkan persiapan logistik dan pengurusan izin terbang.

Seluruh biaya operasi pemadaman menggunakan pesawat tersebut direncanakan ditanggung COMAC sebagai bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR).

COMAC C909 merupakan pesawat yang telah beroperasi sejak 2016 dengan konfigurasi kabin antara 78 hingga 97 kursi.

Pesawat tersebut juga telah digunakan untuk penerbangan regional oleh sejumlah maskapai, termasuk TransNusa di Indonesia.

Puluhan Pesawat Dikerahkan Tangani Karhutla

Kementerian Perhubungan mencatat sejumlah negara telah memberikan bantuan pesawat untuk mendukung penanganan karhutla di Indonesia.

Pemerintah juga telah menempatkan 53 pesawat di enam provinsi prioritas, dengan 34 unit digunakan untuk pengeboman air serta 19 lainnya untuk patroli udara dan Operasi Modifikasi Cuaca.

Berdasarkan Sistem Pemantauan Karhutla (SiPongi) Kementerian Kehutanan, luas kebakaran hutan dan lahan di Indonesia mencapai 202.004,30 hektare sepanjang Januari-Juli 2026.

Karhutla antara lain terjadi di Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Riau, Sumatera Selatan, dan Lampung.

Jepang juga telah mengirimkan tiga helikopter CH-47 Chinook bersama sekitar 180 personel untuk memperkuat penanggulangan karhutla melalui operasi udara di Kalimantan Barat.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026