HOME  ⁄  Nasional

Hidayat Nur Wahid Apresiasi Sekolah Rakyat yang Buka Akses Pendidikan bagi Keluarga Kurang Mampu

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Hidayat Nur Wahid Apresiasi Sekolah Rakyat yang Buka Akses Pendidikan bagi Keluarga Kurang Mampu
Foto: (Sumber :Wakil Ketua MPR RI sekaligus Anggota Komisi VIII DPR RI, Hidayat Nur Wahid, saat mengunjungi Sekolah Rakyat Terintegrasi 4 Jakarta di Margaguna, Jakarta Selatan..)

Pantau - Wakil Ketua MPR RI sekaligus Anggota Komisi VIII DPR RI Hidayat Nur Wahid mengapresiasi program Sekolah Rakyat yang diselenggarakan Kementerian Sosial untuk membuka akses pendidikan berasrama bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Hidayat menyampaikan hal tersebut saat mengunjungi Sekolah Rakyat Terintegrasi 4 Jakarta di Margaguna, Jakarta Selatan, Selasa (22/9/2026).

Dalam kunjungan itu, Hidayat berdialog dan melihat kegiatan serta perkembangan pendidikan siswa dari jenjang SD hingga SMA.

“Sekolah Rakyat ini bukan hanya memberikan pendidikan berasrama gratis, tetapi juga menunjukkan bagaimana negara hadir melaksanakan Konstitusi, melakukan jemput bola, melalui para pendamping sosial, mencari anak-anak dari keluarga tidak mampu (desil 1-2), kemudian mengedukasi orang tuanya agar bersedia melepas anak-anaknya untuk belajar di Sekolah Rakyat demi kebaikan masa depan anak dan orang tua juga,” ujar Hidayat.

Hidayat Soroti Perkembangan Peserta Didik

Hidayat mengatakan perkembangan peserta didik mulai terlihat meskipun mereka baru mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat selama sekitar satu hingga dua tahun.

Menurut dia, perubahan tersebut terlihat dari sisi mental, kedisiplinan, dan kemampuan siswa dalam berbagai bidang.

“Dari yang saya saksikan, perkembangan itu nyata adanya. Anak-anak tampil ceria, yang tadinya tidak bisa berbahasa Inggris, kini dengan percaya diri berbicara dan berdialog dengan bahasa Inggris, mereka juga sudah mulai hafal surat-surat pendek, berani mengikuti kejuaraan, tampil sebagai Paskibraka, tampilkan kesenian daerah, olah suara, pandai mengaji, hingga terlibat di bidang dokumentasi dan media. Ini menunjukkan bahwa program ini bisa berhasil, dan peserta didik mereka memiliki potensi yang ketika diberikan perhatian dan kesempatan akan bisa berkembang,” jelasnya.

Hidayat juga mengapresiasi pola pendidikan berasrama yang menjalankan kegiatan sejak subuh hingga pengembangan diri pada malam hari bersama wali asuh.

Menurut Hidayat, pola tersebut mengadopsi sejumlah praktik pendidikan berasrama seperti MAN Insan Cendekia, Pondok Gontor, dan SMA Taruna Nusantara.

Komisi VIII DPR Dukung Pengembangan Sekolah Rakyat

Hidayat mengatakan dirinya bersama Komisi VIII DPR RI mendukung pengembangan Sekolah Rakyat agar program tersebut semakin baik dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat, termasuk melalui dukungan anggaran.

“Dengan anak-anak bisa belajar serius, tekun dan disiplin di SR, kesempatan yang mereka dapatkan hari ini diharapkan mampu mengubah masa depan mereka dan keluarga, agar keluar dari lingkaran kemiskinan dan ketertinggalan yang telah dihadapi, bahkan mungkin lintas generasi. Kesuksesan generasi ini nanti juga semoga bisa turut berkontribusi menghadirkan Indonesia Emas 2045,” tutup Hidayat.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026