
Pantau - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy mengusulkan pengembangan kerja sama dengan Belarus untuk memenuhi kebutuhan pupuk potasium di Indonesia melalui perdagangan, investasi, hingga produksi di dalam negeri.
Rachmat menilai Belarus dapat berperan penting dalam memenuhi kebutuhan pupuk Indonesia, khususnya potasium yang ketersediaannya di dalam negeri masih terbatas.
“Indonesia tidak memiliki pertambangan potassium (potasium) dalam jumlah yang memadai dan hanya memproduksi potash dalam jumlah kecil dengan kadar yang rendah. Karena itu, kerja sama dengan Belarus dapat dikembangkan tidak hanya melalui perdagangan, tetapi juga investasi dan produksi di Indonesia,” ujarnya saat berjumpa dengan Duta Besar Belarus untuk Indonesia Raman Ramanouski, berdasarkan keterangan resmi di Jakarta, Rabu (23/9/2026).
Rachmat juga mendorong penguatan kerja sama Indonesia-Belarus dalam bidang pertanian, industri, investasi, dan lingkungan.
Bappenas Dorong Produksi Pupuk Majemuk di Indonesia
Rachmat menekankan manfaat kerja sama pupuk perlu menjangkau berbagai wilayah Indonesia karena kebutuhan tidak hanya terdapat di Pulau Jawa.
Kebutuhan pupuk juga tersebar di Sumatera, Kalimantan, Papua, Nusa Tenggara Timur, dan berbagai daerah lainnya.
“Kita tidak hanya membutuhkan satu jenis pupuk, kita membutuhkan pupuk majemuk. Jadi, ini bisa diproduksi di sini. Banyak hal yang bisa kita lakukan bersama. Indonesia ingin perusahaan kecil tumbuh menjadi perusahaan menengah, dan perusahaan menengah tumbuh menjadi perusahaan besar. Karena itu, kita tidak bisa hanya mengandalkan perusahaan besar,” ujar dia lagi.
Duta Besar Belarus untuk Indonesia Raman Ramanouski menyampaikan kesiapan negaranya meningkatkan pasokan pupuk ke Indonesia.
Belarus juga menawarkan perluasan kerja sama sektor pertanian melalui penyediaan mesin pertanian, vaksin hewan, produk susu, serta pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia.
Belarus Tawarkan Perakitan Traktor hingga Teknologi Lingkungan
Belarus menyampaikan peluang pengembangan kerja sama industri dan investasi, termasuk kemungkinan melakukan perakitan traktor di Indonesia.
Kedua pihak turut membahas peluang kerja sama dalam pengelolaan limbah, pemanfaatan biomassa, teknologi pengendalian kebakaran, serta teknologi pengendalian kualitas udara dan kondisi radiologis.
Bappenas menyatakan siap membantu mengoordinasikan rencana kerja sama tersebut dengan kementerian dan lembaga terkait di Indonesia.
“Kami siap membantu mengoordinasikan kerja sama dengan kementerian dan lembaga terkait. Kami terbuka jika ada kerja sama yang perlu ditindaklanjuti dengan kementerian atau lembaga di Indonesia,” kata Rachmat Pambudy.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




