
Pantau - Kementerian Pariwisata, Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI), dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkolaborasi memperkuat akses pariwisata Indonesia ke pasar global melalui penyelenggaraan Wonderful Indonesia Tourism Fair (WITF) 2026.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menilai penguatan promosi dan perluasan akses pasar menjadi bagian penting dalam menjaga pertumbuhan sektor pariwisata Indonesia.
Forum antarpelaku bisnis seperti WITF dinilai memberikan ruang bagi industri pariwisata untuk berinteraksi secara langsung dengan pembeli, memahami kebutuhan pasar, serta memperkenalkan destinasi dan produk pariwisata Indonesia kepada pasar internasional.
“Penguatan promosi dan perluasan akses pasar merupakan bagian penting dalam menjaga pertumbuhan pariwisata Indonesia. Kehadiran forum B2B seperti WITF memberikan ruang bagi industri untuk berinteraksi secara langsung dengan buyer, memahami kebutuhan pasar, serta memperkenalkan beragam destinasi dan produk pariwisata Indonesia kepada pasar internasional,” kata Widiyanti.
WITF 2026 Digelar di Jakarta pada Oktober
WITF 2026 mengusung tema Beyond Borders: Shaping the Future of Indonesian Tourism atau Melampaui Batas: Membentuk Masa Depan Pariwisata Indonesia.
Pameran tersebut dijadwalkan berlangsung pada 15–17 Oktober 2026 di Grand Ballroom JIExpo Kemayoran, Jakarta.
Widiyanti menyebut penyelenggaraan WITF 2026 menjadi salah satu upaya strategis untuk memperkuat pertumbuhan sektor pariwisata Indonesia di tengah dinamika geopolitik global yang turut memengaruhi mobilitas masyarakat dan industri pariwisata dunia.
Di tengah perubahan lanskap pariwisata global tersebut, konektivitas antara industri pariwisata Indonesia dan pasar internasional dinilai semakin penting untuk diperkuat.
WITF pada 2026 memasuki tahun ketiga penyelenggaraan dengan visi membangun pameran dagang pariwisata antarpelaku bisnis Indonesia yang berkelas dunia.
WITF juga dirancang sebagai platform yang mempertemukan pelaku industri pariwisata Indonesia dengan para pengambil keputusan dan pembeli dari berbagai pasar.
WITF 2026 akan mempertemukan puluhan pelaku dari berbagai bidang dalam ekosistem pariwisata, mulai dari operator tur, agen perjalanan, hotel, perusahaan transportasi, maskapai penerbangan, hingga layanan kereta penumpang.
Peserta lainnya mencakup desa wisata, kapal wisata dengan fasilitas menginap, taman hiburan, restoran, layanan kebugaran, serta berbagai produk dan layanan penunjang pariwisata.
Keragaman peserta tersebut mencerminkan luasnya ekosistem industri pariwisata Indonesia sekaligus memberikan kesempatan kepada pembeli untuk menemukan dan mengembangkan berbagai pilihan produk wisata dalam satu platform.
Lebih dari 300 Pembeli Domestik dan Internasional Dihadirkan
Dari sisi permintaan, WITF 2026 mengundang lebih dari 100 pembeli internasional yang berasal dari 34 negara.
Para pembeli internasional tersebut akan dipertemukan dengan peserta pameran asal Indonesia melalui rangkaian pertemuan bisnis.
Kementerian Pariwisata juga memfasilitasi stan Wonderful Indonesia secara khusus bagi pelaku industri pariwisata dalam negeri untuk memasarkan produk dan paket wisata unggulan kepada pembeli serta pengunjung pameran.
Dukungan lainnya dilakukan dengan mendatangkan puluhan pembeli potensial dari berbagai negara target pasar melalui kolaborasi program perjalanan pengenalan atau Familiarization Trip (Fam Trip).
Melalui program tersebut, para pembeli potensial akan diajak mengunjungi berbagai destinasi di Indonesia sebelum rangkaian perjalanan diakhiri dengan keikutsertaan mereka dalam pertemuan bisnis di WITF 2026.
WITF 2026 juga memperluas cakupan pertemuan bisnis ke pasar domestik dengan menghadirkan lebih dari 200 pembeli dari berbagai perusahaan nasional.
Jakarta Jadi Pintu Gerbang Pertemuan Industri Pariwisata
Ketua Umum GIPI Hariyadi Sukamdani menyebut Jakarta memiliki posisi strategis sebagai pintu gerbang sekaligus pusat penghubung bagi pariwisata Indonesia.
Melalui penyelenggaraan WITF di Jakarta, berbagai destinasi dan pelaku industri dari seluruh Indonesia dapat bertemu secara langsung dengan pasar internasional.
“Kolaborasi ini sekaligus menjadi bagian dari perjalanan Jakarta menuju lima abad, dengan semangat untuk terus memperkuat perannya sebagai kota global dan pusat aktivitas ekonomi serta pariwisata,” kata Hariyadi.
Ketua Steering Committee WITF 2026 Budi Tirtawisata menekankan industri pariwisata harus terus bergerak meskipun menghadapi berbagai tantangan global.
Menurut Budi, industri perlu terus membuka pasar, membangun hubungan dengan pembeli, dan memahami perubahan kebutuhan wisatawan agar produk serta layanan yang ditawarkan dapat menyesuaikan perkembangan pasar.
“Kita perlu terus membuka pasar, membangun hubungan dengan buyer, memahami perubahan kebutuhan wisatawan, dan memastikan produk pariwisata Indonesia tetap relevan serta kompetitif,” kata Budi.
- Penulis :
- Shila Glorya




