
Pantau - Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN mengajak para suami berperan aktif bersama istri dalam perencanaan keluarga dan kesehatan reproduksi untuk membangun keluarga yang sehat dan berkualitas.
Deputi Bidang Bina Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi Kemendukbangga/BKKBN Wahidin mengatakan keterlibatan suami mencakup komunikasi, dukungan, serta pengambilan keputusan bersama pasangan.
“Mari, kita bangun pemahaman bersama bahwa suami yang peduli terhadap kesehatan reproduksi adalah suami yang hadir, mendengarkan, berdiskusi, mendukung, dan mengambil keputusan bersama istrinya,” kata Wahidin.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam Webinar Nasional KB Pria bertajuk “Berbagi Peran dengan Istri: Peran Suami dalam Kesehatan Reproduksi dan Perencanaan Keluarga Dalam Rangka Hari Kontrasepsi Sedunia 2026” yang diikuti secara daring di Jakarta, Kamis (24/9/2026).
Peserta Aktif KB Pria Masih 3,3 Persen
Wahidin mengatakan partisipasi pria dalam program keluarga berencana (KB) di Indonesia hingga saat ini masih relatif rendah.
Berdasarkan Data Pemutakhiran Pendataan Keluarga 2025 yang disampaikan Wahidin, peserta aktif KB pria tercatat sekitar 3,3 persen dari seluruh peserta KB modern, sedangkan lebih dari 96 persen peserta merupakan perempuan.
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan tanggung jawab dalam program KB belum sepenuhnya terbagi secara seimbang antara suami dan istri.
Kemendukbangga/BKKBN karena itu mendorong penguatan pemahaman masyarakat mengenai pembagian peran dalam perencanaan keluarga.
Literasi Kontrasepsi Pria Didorong
Wahidin berharap Webinar Nasional KB Pria dapat meningkatkan literasi masyarakat mengenai pembagian peran dalam pemilihan kontrasepsi sekaligus memperluas wawasan tentang metode kontrasepsi bagi pria.
Ia juga mengajak berbagai pihak membangun ekosistem yang mendukung keterlibatan laki-laki dalam kesehatan reproduksi dan perencanaan keluarga.
Wahidin berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan, tetapi juga mendorong perubahan perilaku, membuka ruang dialog, serta menghasilkan gagasan dan komitmen untuk meningkatkan keterlibatan suami dalam perencanaan keluarga.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




