
Pantau - Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN Wihaji mengatakan penggunaan kontrasepsi oleh pria merupakan bagian dari upaya perencanaan keluarga untuk mewujudkan generasi penerus Indonesia yang lebih baik.
"Yang lebih penting adalah memastikan bahwa dengan cara ini (penggunaan kontrasepsi) maka generasi penerus Indonesia ke depan lebih baik, karena mendapatkan asupan gizi lebih baik, mendapatkan asupan asuhan dari pengasuhan yang baik, kemudian tambah baik karena mendapatkan asupan kesehatan yang mungkin reproduksinya sehat," kata Mendukbangga Wihaji.
Pernyataan tersebut disampaikan Wihaji dalam Webinar Nasional KB Pria Seri Ketiga bertajuk "Berbagi Peran dengan Istri: Peran Suami dalam Kesehatan Reproduksi dan Perencanaan Keluarga Dalam Rangka Hari Kontrasepsi Sedunia 2026" yang diikuti secara daring di Jakarta, Kamis (24/9).
Menurut Wihaji, Keluarga Berencana (KB) tidak hanya berkaitan dengan penggunaan alat kontrasepsi, tetapi juga menyangkut upaya keluarga merencanakan kehidupan dan pengasuhan anak secara lebih baik.
Kontrasepsi Beri Ruang Mengatur Keluarga
Wihaji mengatakan perencanaan keluarga diperlukan untuk memaksimalkan pengasuhan anak, kesehatan ekonomi, kesehatan reproduksi, serta kesehatan mental.
Menurut dia, penggunaan kontrasepsi merupakan salah satu metode dalam program KB yang memberikan ruang bagi pasangan untuk mengatur dan mengendalikan perencanaan keluarga.
"Ini pilihan, negara memberikan ruang, pemerintah memberikan tempat dan ini bagian dari keadilan, utamanya itu," kata dia.
Wihaji menekankan penggunaan kontrasepsi merupakan pilihan dalam perencanaan keluarga yang perlu disertai pemahaman mengenai kebutuhan setiap pasangan.
Pria Didorong Ikut Bertanggung Jawab
Wihaji menegaskan pentingnya memberikan ruang kepada pria untuk menggunakan kontrasepsi sehingga tanggung jawab perencanaan keluarga tidak hanya dibebankan kepada perempuan.
"Jangan sampai perempuan sebagai objek utama untuk mengatur," kata Mendukbangga Wihaji.
Menurut dia, keterlibatan pria dalam program KB juga perlu didukung edukasi yang memadai.
Edukasi tersebut diperlukan agar masyarakat memperoleh penjelasan ilmiah mengenai berbagai pilihan kontrasepsi yang tersedia.
Keterlibatan suami dan istri dalam perencanaan keluarga diharapkan mendukung pengasuhan, kesehatan reproduksi, serta pemenuhan kebutuhan generasi penerus secara lebih baik.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




