
Pantau - Tim gabungan memadamkan kebakaran hutan dan lahan di dua titik kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung, sementara kelompok gajah dipastikan berada jauh dari lokasi kebakaran.
Ketua Komite Gabungan Mitigasi dan Penanganan Interaksi Negatif Gajah Sumatera Sriyanto mengatakan titik pertama berada di kawasan Pusat Latihan Gajah (PKG), tepatnya di sekitar proyek pembangunan kandang gajah jantan di Kecamatan Labuhan Ratu.
“Kebakaran melanda vegetasi semak belukar, ilalang hingga pohon mentru dengan luasan terdampak sekitar lima hektare,” kata Sriyanto saat dikonfirmasi dari Lampung Selatan, Kamis (24/9/2026).
Sebanyak 39 personel dikerahkan untuk menangani kebakaran dengan dukungan dua mobil pemadam kebakaran, satu kendaraan tangki, dan satu kendaraan pengangkut personel.
“Operasi pemadaman melibatkan personel Balai TNWK, TNI, Polri, mitra lapangan, serta Komite Gabungan Mitigasi dan Penanganan Interaksi Negatif Gajah Sumatera,” ujarnya.
Api di Sekitar Kandang Gajah Berhasil Dipadamkan
Kebakaran di sekitar proyek pembangunan kandang gajah jantan terjadi pada Rabu (23/9/2026), sedangkan armada pemadam tiba sekitar 10 menit setelah informasi diterima.
Proses pemadaman dilakukan menggunakan pasokan air yang diisi ulang secara bertahap dari kendaraan tangki pendamping.
“Kobaran api di sekitar proyek kandang gajah jantan berhasil dijinakkan secara total sekitar pukul 14.00 WIB,” ujarnya.
Titik kebakaran kedua berada di kawasan hutan sekunder Resor Pengelolaan Taman Nasional (PTN) Wilayah Cabang pada sejumlah grid kawasan TNWK.
Sriyanto mengatakan kebakaran di lokasi tersebut terjadi secara sporadis pada permukaan dan tajuk pohon.
Cuaca panas dengan suhu sekitar 33 derajat Celsius dan angin kencang turut memengaruhi penyebaran api.
Tim gabungan menerapkan sistem pompa seri tiga menggunakan tiga mesin pompa portabel yang didukung bak penampung air.
Personel juga menggunakan jet shooter serta peralatan manual berupa garuk tajam dan tumpul untuk melokalisasi titik api sekaligus mencegah rambatan.
“Begitu menerima informasi adanya titik api, tim satgas gabungan bersama mitra segera bergerak menuju lokasi. Kami memastikan sarana pemadaman, pasokan air dan peralatan terdistribusi secara optimal,” ucapnya.
Sriyanto mengatakan akses medan dan jarak sumber air yang cukup jauh dari lokasi kebakaran menjadi tantangan utama proses pemadaman.
Kelompok Gajah Berada Jauh dari Lokasi Karhutla
Kepala Balai TNWK MHD Zaidi memastikan kebakaran di Resor Cabang tidak berada di wilayah jelajah kelompok gajah yang terpantau di Resor Toto Projo.
“Gajah jauh sekali dari lokasi karhutla kemarin. Kelompok gajah berada di wilayah Resor Toto Projo,” katanya.
Setelah api utama berhasil dipadamkan, personel gabungan tetap melakukan pendinginan untuk memastikan tidak terdapat bara yang berpotensi memicu kebakaran kembali.
Balai TNWK bersama komite juga mengoordinasikan opsi dukungan pemadaman udara atau water bombing untuk menjangkau titik api yang sulit diakses.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




