
Pantau — Capaian program pengelolaan sampah di Bengkulu Utara disebut telah mencapai 100 persen, sedangkan Bengkulu Selatan berada di angka 65 persen.
Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Partai NasDem Erna Sari Dewi tetap meminta Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memperkuat alokasi anggaran Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) untuk Provinsi Bengkulu
Erna menyampaikan permintaan tersebut saat mendorong pemerataan penganggaran di Direktorat Jenderal Cipta Karya (Ditjen CK).
Ia menilai kebutuhan pengelolaan sampah di daerah pemilihannya mendesak sehingga usulan TPS 3R perlu mendapat ruang dalam pembahasan anggaran. Menurut Erna, seluruh usulan yang diajukan dari daerah pemilihannya belum memasukkan kebutuhan TPS 3R.
Kondisi tersebut membuatnya meminta Kementerian PU mengevaluasi kembali distribusi anggaran agar kebutuhan persampahan di daerah ikut terakomodasi.
"Saya ingin meratakan keadilan soal penganggaran kepada Dirjen CK. Semua usulan saya tidak ada yang dimasukkan terkait TPS 3R," ujar Erna melalui keterangan tertulisnya, Kamis (24/9/2026).
Erna menilai TPS 3R memiliki peran penting dalam menangani persoalan sampah dari tingkat daerah. Program tersebut juga menjadi salah satu kebutuhan yang menurutnya harus mendapat perhatian karena kondisi persampahan di Bengkulu sudah mendesak.
Anggaran TPS 3R Belum Dialokasikan
Perhatian Erna kemudian mengarah ke Kabupaten Bengkulu Utara. Ia menyebut capaian program di wilayah tersebut telah mencapai 100 persen, tetapi kebutuhan anggaran terkait TPS 3R belum masuk dalam alokasi yang diharapkannya.
"Yang satu, Kabupaten Bengkulu Utara, RC-nya sudah 100 ungkapnya. Apalagi alasan Ibu Dirjen untuk tidak menganggarkan ini di dapil saya," katanya.
Data tersebut, menurut Erna, menjadi salah satu dasar untuk meminta pemerintah mempertimbangkan kembali usulan anggaran.
Legislator Dapil Bengkulu ini berharap capaian yang telah berjalan di daerah dapat menjadi pertimbangan dalam menentukan dukungan terhadap kebutuhan program berikutnya.
Selain Bengkulu Utara, Erna menyoroti Kabupaten Bengkulu Selatan. Ia menyebut capaian program di wilayah tersebut berada di angka 65 persen dan meminta pemerintah tetap memberikan perhatian terhadap kebutuhan TPS 3R.
"Yang kedua, satu lagi, Bengkulu Selatan. Itu sudah diangkat 65 persen. Jadi saya pikir saya minta tolong untuk usulan TPS 3R ini, mengingat ini sangat urgent di provinsi saya," tegasnya.
Menurut Erna, perbedaan capaian antardaerah perlu menjadi bagian dari evaluasi ketika pemerintah menyusun dukungan anggaran.
Dengan begitu, kebutuhan pengelolaan sampah dapat disesuaikan dengan kondisi dan perkembangan program di masing-masing wilayah. Erna berharap usulan TPS 3R dari Bengkulu mendapat perhatian dalam pembahasan anggaran Kementerian PU.
Dia menilai dukungan fiskal menjadi salah satu faktor penting untuk memperkuat pengelolaan sampah dan mengatasi persoalan lingkungan di daerah. Baginya, pemerataan anggaran perlu mengacu pada kebutuhan nyata masyarakat.
Program pengelolaan sampah, termasuk TPS 3R, dinilai berkaitan langsung dengan kualitas lingkungan dan kehidupan warga sehingga membutuhkan dukungan yang memadai.
Erna pun meminta kebutuhan daerah pemilihannya ikut menjadi pertimbangan dalam penyusunan anggaran. Dia berharap pembahasan tersebut menghasilkan alokasi yang lebih merata sekaligus mampu menjawab persoalan persampahan yang dinilai sudah mendesak di Provinsi Bengkulu.
- Penulis :
- Khalied Malvino




