
Pantau - Konferensi Imam Besar Dunia atau International Grand Imam Conference (IGIC) 2026 bakal menetapkan Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia dalam rangkaian pertemuan yang berlangsung di Jakarta pada 25-28 September 2026.
Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan konferensi tersebut menjadi momentum untuk menghimpun para imam besar dari berbagai negara.
“Insya Allah pada pertemuan terakhir nanti kita menetapkan siapa yang akan menjadi President of International Grand Imam Association," ujar Nasaruddin Umar saat membuka IGIC 2026 di Jakarta, Sabtu (26/9/2026).
Sebanyak 45 imam dari 39 negara menghadiri konferensi yang untuk pertama kalinya diinisiasi Indonesia tersebut.
Masjid Didorong Jadi Ruang Bahas Persoalan Kemanusiaan
IGIC 2026 diselenggarakan di tiga lokasi berbeda di Jakarta dengan Masjid Istiqlal menjadi pusat pertemuan para imam besar dunia.
Konferensi tersebut bertujuan mendorong peran masjid sebagai ruang pertemuan berbagai kelompok untuk membahas persoalan kemanusiaan.
“Bagaimana menjadikan masjid ini sebagai rumah aman untuk mendiskusikan, membicarakan persoalan-persoalan kemanusiaan,” katanya.
Nasaruddin mengatakan persoalan yang dapat dibahas melalui forum tersebut mencakup konflik kemanusiaan, kerusakan lingkungan, serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Dalam menghadapi berbagai persoalan tersebut, peran imam dinilai penting dalam memberikan arah dan pandangan kepada masyarakat.
“Semua negara itu adalah representasi daripada imam-imam yang terkenal di tempatnya. Apa yang kita akan gagas dalam konferensi ini. Pertama kita akan menjadikan masjid rumah ibadah ini sebagai meeting point untuk berbagai macam pihak dan kelompok,” ujar Menag.
IGIC Rumuskan Narasi Keagamaan Bersama
Wakil Menteri Luar Negeri Anis Matta mengatakan konferensi tersebut diarahkan untuk merumuskan narasi keagamaan bersama dalam merespons berbagai persoalan global.
“Tujuannya adalah untuk merumuskan satu narasi keagamaan yang bertujuan untuk merespons situasi global kita yang saat ini dipenuhi dengan konflik, perang, juga penuh dengan bencana alam,” ujar Anis.
Menurut Anis, narasi yang dirumuskan tidak hanya ditujukan kepada umat Islam, tetapi juga kepada umat manusia secara keseluruhan.
Konferensi tersebut juga diharapkan menjadi awal terbentuknya organisasi yang menghimpun para imam dari berbagai negara dan dapat menyelenggarakan kegiatan secara berkala.
Melalui organisasi tersebut, para imam diharapkan dapat berkontribusi dalam mencari solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat dunia.
“Jadi, bukan hanya untuk umat Islam, tapi untuk umat manusia di seluruh dunia,” ujar Anis.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




