HOME  ⁄  Nasional

Kementerian Kebudayaan Siapkan Revitalisasi Museum Kretek dan Patiayam di Kudus Senilai Sekitar Rp3 Miliar

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Kementerian Kebudayaan Siapkan Revitalisasi Museum Kretek dan Patiayam di Kudus Senilai Sekitar Rp3 Miliar
Foto: Wakil Menteri Kebudayaan RI Giring Ganesha Djumaryo diajak berfoto oleh para penari yang ikut dalam pemecahan rekor dunia Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) melalui Tari Lajur Caping Kalo di halaman Pendopo Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Sabtu 26/9/2026 (sumber: ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif)

Pantau - Wakil Menteri Kebudayaan RI Giring Ganesha Djumaryo mengungkapkan Kementerian Kebudayaan berencana membantu revitalisasi Museum Kretek dan Museum Patiayam di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, agar tampil lebih menarik dan semakin diminati pengunjung.

Giring mengatakan kedua museum tersebut telah menjadi sasaran program perbaikan pemerintah yang tidak hanya menyentuh kondisi fisik bangunan, tetapi juga penyajian informasi mengenai koleksi.

Menurut Giring, Presiden RI Prabowo Subianto telah memberikan arahan kepada Menteri Kebudayaan Fadli Zon dan jajaran Kementerian Kebudayaan agar setiap koleksi museum memiliki narasi yang mampu memberikan penjelasan kepada pengunjung.

"Kedua museum di Kabupaten Kudus memang menjadi sasaran program perbaikan. Bapak Presiden RI Prabowo Subianto juga sudah mengarahkan kepada Bapak Menteri Kebudayaan Fadli Zon dan seluruh jajaran Kementerian Kebudayaan agar perbaikan museum bukan hanya secara fisik bangunan, tetapi juga memastikan setiap koleksinya memiliki narasi yang dapat menjelaskan kepada para pengunjung," ujar Giring saat berkunjung ke Kudus, Sabtu.

Giring mengatakan masih terdapat museum di Indonesia yang memiliki koleksi bagus, tetapi belum dilengkapi narasi memadai sehingga informasi mengenai koleksi belum tersampaikan secara optimal.

Revitalisasi Ditargetkan Rampung Akhir Tahun

Giring bersama Menteri Kebudayaan telah mengunjungi berbagai museum di Indonesia dan menemukan penyediaan narasi koleksi menjadi salah satu tantangan dalam pengelolaannya.

Menurut Giring, museum daerah dapat mencontoh pola penyajian museum nasional dengan memberikan narasi lengkap pada setiap koleksi yang dipamerkan.

"Karena itu, museum daerah tentunya bisa meniru museum nasional. Setiap koleksi yang ditampilkan dilengkapi narasi yang lengkap sehingga pengunjung mendapatkan penjelasan mengenai koleksi yang dilihat," ujar Giring.

Giring menargetkan program perbaikan Museum Kretek dan Museum Patiayam dapat diselesaikan pada akhir tahun.

Bupati Kudus Sam'ani Intakoris menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Kebudayaan atas rencana bantuan revitalisasi kedua museum tersebut.

Sam'ani memperkirakan setiap museum memperoleh alokasi anggaran sekitar Rp1,5 miliar sehingga total bantuan mencapai sekitar Rp3 miliar.

"Untuk alokasi anggaran masing-masing museum diperkirakan Rp1,5 miliar, sehingga untuk dua museum diperkirakan mendapatkan bantuan sekitar Rp3 miliar," ujar Sam'ani.

Menurut Sam'ani, pelaksanaan revitalisasi Museum Kretek dan Museum Patiayam akan dikerjakan langsung oleh pemerintah pusat.

Museum Patiayam Simpan Lebih dari 10 Ribu Fragmen Fosil

Museum Patiayam memiliki 10.147 fragmen fosil purba hasil temuan dari Situs Patiayam, tetapi baru sekitar 200 fragmen yang ditampilkan di ruang pamer.

Koleksi tersebut antara lain mencakup Stegodon trigonocephalus dan Elephas sp. yang merupakan jenis gajah purba.

Museum Patiayam juga menyimpan fosil Cervus zwaani, Cervus lydekkeri, Rhinoceros sondaicus, Brachygnathus dubois, Felis sp., Bubalus palaeokarabau, Bos palaesondaicus, dan Crocodylus sp.

Selain fosil hewan, Situs Patiayam menghasilkan temuan kapak genggam atau chopper.

Sementara itu, Museum Kretek memiliki koleksi yang menggambarkan perjalanan dan proses produksi rokok kretek secara manual hingga menggunakan teknologi modern.

Museum Kretek juga menampilkan berbagai jenis tembakau, produk rokok dari masa ke masa, serta patung sejumlah tokoh yang berperan dalam perkembangan industri rokok di Indonesia.

Penulis :
Arian Mesa
FLOII 2026