
Pantau - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI melakukan pemetaan situs arkeologi yang diduga berasal dari masa Kerajaan Kadiri di Desa Pulotondo dan Desa Sambirobyong, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Tulungagung Ardian Candra mengatakan penelitian tersebut merupakan kelanjutan dari kajian terhadap sejumlah struktur bangunan kuno di sekitar aliran Sungai Brantas yang pernah dilakukan pada 2016 hingga 2017.
"Penelitian ini bukan temuan baru, melainkan melanjutkan kajian yang pernah dilakukan sebelumnya untuk memperkuat data dan informasi arkeologis yang ada," kata Ardian.
Penelitian terbaru difokuskan untuk memperkuat data dan informasi arkeologis yang telah diperoleh dari kajian sebelumnya.
Situs yang Dipetakan Mencakup Sekitar Empat Hektare
Ardian mengatakan tim peneliti masih melakukan pemetaan dan identifikasi untuk mengetahui luas kawasan potensial, karakteristik situs, serta hubungan antara satu struktur dengan struktur lainnya.
Berdasarkan hasil pemetaan sementara, kawasan yang sedang diteliti memiliki luas sekitar empat hektare.
Sejumlah temuan sementara mengindikasikan situs di Desa Pulotondo dan Desa Sambirobyong kemungkinan merupakan satu kesatuan kawasan dengan struktur dan peninggalan yang saling terhubung.
Namun, dugaan mengenai keterkaitan antarsitus tersebut masih memerlukan penguatan melalui kajian ilmiah.
"Saat ini masih tahap pemetaan. Lokasi situs berada di sekitar kawasan Sungai Brantas yang sejak lama dikenal memiliki banyak jejak sejarah peradaban masa lalu," ujar Ardian.
Posisi situs di sekitar Sungai Brantas menjadi salah satu aspek penting dalam penelitian karena kawasan tersebut dikenal memiliki berbagai jejak peradaban masa lalu.
Ekskavasi Disiapkan jika Dugaan Diperkuat Hasil Riset
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Tulungagung masih menunggu hasil kajian ilmiah BRIN dan BPK Wilayah XI sebelum menentukan langkah lanjutan terhadap situs di Pulotondo dan Sambirobyong.
Apabila hasil penelitian memperkuat dugaan bahwa kawasan tersebut memiliki struktur penting peninggalan Kerajaan Kadiri, penelitian akan dilanjutkan dengan ekskavasi arkeologi.
Ekskavasi tersebut akan dilakukan untuk mengungkap lebih banyak informasi mengenai peninggalan arkeologis yang masih tersimpan di bawah permukaan tanah.
Penelitian diharapkan memperkaya data sejarah Kabupaten Tulungagung sekaligus membuka peluang pengembangan warisan budaya berbasis riset dan prinsip pelestarian.
Kawasan sepanjang Sungai Brantas selama ini dikenal sebagai salah satu pusat perkembangan peradaban pada masa kerajaan-kerajaan besar di Jawa Timur, termasuk Kerajaan Kadiri yang berkembang sekitar abad ke-11 hingga abad ke-13.
Pemetaan BRIN dan BPK Wilayah XI diharapkan memberikan gambaran lebih lengkap mengenai luasan, karakteristik, serta hubungan antarstruktur yang diduga berasal dari periode Kerajaan Kadiri di kawasan Pulotondo dan Sambirobyong.
- Penulis :
- Leon Weldrick




