HOME  ⁄  Nasional

PTPN I Siapkan 31 Hektare Lahan untuk Perkuat Hilirisasi Ayam Terintegrasi di Bone

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

PTPN I Siapkan 31 Hektare Lahan untuk Perkuat Hilirisasi Ayam Terintegrasi di Bone
Foto: Direktur Utama PTPN I Abdul Rivai Ras mendampingi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (kanan) dalam kunjungan lokasi pembangunan kawasan hilirisasi ayam terintegrasi di Desa Mappesangka, Kecamatan Ponre, Bone, Sulawesi Selatan.

Pantau - PTPN I (Persero) menyiapkan lahan seluas 31 hektare untuk pengembangan program Hilirisasi Ayam Terintegrasi (HAT) di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, sebagai bagian dari penguatan ekosistem pangan nasional. Pasted text

Program tersebut dikembangkan di Desa Mappesangka, Kecamatan Ponre, dengan melibatkan sejumlah BUMN dan mitra untuk membangun rantai pasok peternakan unggas dari hulu hingga hilir.

Direktur Utama PTPN I Abdul Rivai Ras mengatakan keterlibatan perusahaan tidak hanya terbatas pada penyediaan lahan untuk proyek tersebut.

"Peran PTPN I tidak berhenti pada penyediaan lahan. Perusahaan juga mendorong pemanfaatan aset produktif perkebunan agar memberikan nilai tambah sekaligus menjadi bagian dari pengembangan ekosistem peternakan modern," kata Abdul Rivai Ras, Minggu (27/9/2026).

Berdikari dan UHI Bangun Fasilitas Peternakan

Dari total lahan yang disediakan, seluas 22 hektare akan dimanfaatkan PT Berdikari (Persero) untuk pembangunan fasilitas pembibitan ayam dan pabrik pakan.

Sementara itu, PT Ugiagri Harapan Indonesia (UHI) akan memanfaatkan lahan seluas 9 hektare untuk membangun kandang pemeliharaan dan fasilitas pemotongan unggas.

PTPN I dan PT Berdikari menjalankan kerja sama pemanfaatan lahan tersebut dengan jangka waktu 30 tahun dan usulan tahap awal seluas 15 hektare.

“Kolaborasi ini dirancang dari hulu ke hilir guna menciptakan rantai pasok unggas yang efisien, berdaya saing tinggi, dan memberi nilai tambah maksimal bagi perekonomian daerah,” tutur Rivai.

PT Berdikari akan mengembangkan sejumlah fasilitas berupa Farm Parent Stock (PS) Broiler, Farm PS Layer, unit penetasan atau hatchery, serta pabrik pakan terpadu.

PT UHI akan membangun kandang komersial, farm pullet, fasilitas komersial petelur, Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU), dan cold storage.

PTPN I juga menyatakan tahapan Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR) telah diselesaikan dan lokasi RPHU serta cold storage tidak tumpang tindih dengan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).

Pemerintah Targetkan Beroperasi Juli 2027

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman telah meninjau lokasi pembangunan HAT di Desa Mappesangka pada Jumat (25/9/2026).

“Kehadiran Bapak Menteri Pertanian di Desa Mappesangka hari ini menjadi dorongan moral sekaligus penegasan atas sinergi strategis BUMN dan pemerintah dalam mewujudkan kedaulatan pangan, khususnya pemenuhan protein hewani masyarakat,” ucap Rivai.

Amran meminta seluruh pihak mempercepat pembangunan sehingga fasilitas tersebut dapat mulai beroperasi sesuai target pemerintah.

“Sesuai arahan Presiden Prabowo, HAT 1 Juli tahun depan sudah beroperasi. Ini salah satu penekanan Presiden kepada kami. Oleh karena itu, tidak ada lagi hambatan, baik dari segi birokrasi maupun teknis,” kata Amran.

Pengembangan kawasan HAT juga diharapkan membuka lapangan kerja, mendorong munculnya aktivitas usaha baru, serta memperkuat rantai pasok pangan hewani di Sulawesi Selatan.

PTPN I menyebut proyek tersebut diharapkan turut meningkatkan perputaran ekonomi pedesaan serta mendukung posisi Kabupaten Bone dan Sulawesi Selatan sebagai salah satu kawasan pemasok pangan hewani di Indonesia bagian timur.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026