
Pantau - Forum Komunikasi Komite Sekolah (FKKS) Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, memberikan edukasi kepada orang tua siswa mengenai pemilahan dan pemanfaatan sampah, bank sampah, serta kebiasaan menabung mandiri di lingkungan keluarga.
Wakil Wali Kota Jakarta Timur Kusmanto mengatakan kegiatan di Aula SMPN 138 Jakarta, Kelurahan Pulogebang, tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman mengenai pengelolaan sampah sejak dari lingkungan keluarga.
“Kegiatan menyasar orang tua murid di Aula SMPN 138 Jakarta, Kelurahan Pulogebang, sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman mengenai pemilahan dan pemanfaatan sampah sejak dari lingkungan keluarga,” kata Wakil Wali Kota Jakarta Timur Kusmanto saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin (28/9/2026).
Menurut Kusmanto, orang tua memiliki peran penting dalam memberikan pendidikan kepada anak mengenai kepedulian terhadap lingkungan.
“Kami mengharapkan dengan adanya edukasi pilah sampah kepada orang tua, mereka dapat mendidik anak-anak untuk mengenali sampah organik dan anorganik,” ujarnya.
Edukasi Pilah Sampah Akan Diperluas
Kusmanto mengatakan pemilahan sampah tidak hanya bertujuan menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga dapat memberikan nilai ekonomi bagi keluarga apabila dikelola dengan baik.
“Kita harapkan anak-anak sudah mengenali dan bisa mempraktikkan pemilahan sampah, baik di rumah maupun di sekolah,” ucap Kusmanto.
Program edukasi tersebut direncanakan diperluas ke 10 kecamatan di Jakarta Timur dengan sasaran siswa SMP, SMA, dan kemungkinan sekolah dasar.
Selain pengelolaan sampah, program tersebut dapat memberikan edukasi kepada siswa dan orang tua mengenai bahaya perundungan, tawuran, serta penyalahgunaan narkoba.
“Kami juga penting memberikan informasi tentang bullying, bahaya bullying, tawuran, dan narkoba. Ini salah satu agenda penting agar siswa dan orang tua mengetahui bahwa hal tersebut sangat berbahaya apabila terjadi pada siswa atau anak didik,” jelas Kusmanto.
Lumpur Resapan Akan Dimanfaatkan untuk Urban Farming
Kusmanto juga menyoroti kondisi resapan air di lingkungan SMPN 138 Jakarta dan meminta Suku Dinas Sumber Daya Air melakukan pengerukan lumpur di sekitar kawasan tersebut.
Material hasil pengerukan direncanakan dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan urban farming di lingkungan sekolah sekaligus meningkatkan fungsi resapan air.
“Kami sudah mintakan kepada SDA untuk membantu mengeruk lumpur yang ada di sekitarnya. Lumpur tersebut bisa diangkat dan dimanfaatkan untuk urban farming. Harapannya nanti sekolah ini tidak banjir,” kata Kusmanto.
Ketua FKKS Kota Jakarta Timur Syamsul Bahri mengatakan Kecamatan Cakung menjadi lokasi awal pelaksanaan roadshow edukasi sampah yang melibatkan sekolah dan komunitas orang tua murid.
“Mudah-mudahan roadshow ini akan kita kemas lagi dan kita minta dukungan Pak Wali Kota melalui Pak Wakil sebagai pembina FKKS untuk kecamatan yang belum melakukan roadshow seperti sekarang,” kata Syamsul.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




