HOME  ⁄  Nasional

Hiu Paus Sembilan Meter Mati Terdampar di Wakatobi, Tim Gabungan Evakuasi Bangkai dari Permukiman

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Hiu Paus Sembilan Meter Mati Terdampar di Wakatobi, Tim Gabungan Evakuasi Bangkai dari Permukiman
Foto: (Sumber :Hiu Paus yang terdampar di Wakatobi, Sulawesi Tenggara. (ANTARA/HO-Polres Wakatobi).)

Pantau - Balai Taman Nasional Wakatobi (BTNW) bersama tim gabungan mengevakuasi bangkai hiu paus (Rhincodon typus) sepanjang sembilan meter dengan bobot diperkirakan mencapai lima ton yang terdampar di perairan Desa Matahora, Kecamatan Wangi-Wangi Selatan, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara.

Kepala Balai Taman Nasional Wakatobi La Ode Ahyar Thamrin Mufti mengatakan penanganan dilakukan melalui kolaborasi pemerintah daerah, TNI/Polri, komunitas penyelam, masyarakat, serta sejumlah mitra pembangunan.

“Penanganan hiu paus yang terdampar ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak. Kami menyampaikan apresiasi atas dukungan dan keterlibatan seluruh pihak yang bersama-sama berupaya menangani peristiwa ini,” kata Ahyar saat dihubungi di Kendari, Senin (28/9/2026).

Kondisi Perairan Hambat Penyelamatan Hiu Paus

Ahyar menjelaskan hiu paus tersebut pertama kali ditemukan oleh warga setempat sebelum laporan diteruskan kepada pihak terkait.

BTNW kemudian berkoordinasi dengan pemerintah daerah, TNI/Polri, komunitas penyelam, masyarakat, Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN), dan WWF Indonesia untuk melakukan upaya penyelamatan.

Namun, proses evakuasi menghadapi kendala berupa kondisi perairan yang sangat dangkal, jarak menuju perairan dalam yang cukup jauh, serta dinamika pasang surut air laut.

“Namun, kondisi perairan yang sangat dangkal, jarak yang jauh dari perairan dalam, serta dinamika pasang surut air laut menjadi hambatan utama dalam proses evakuasi hingga akhirnya satwa dilindungi tersebut tidak dapat diselamatkan dan mati di lokasi,” ujarnya.

Setelah mempertimbangkan aspek teknis dan lingkungan, tim gabungan memindahkan bangkai hiu paus sejauh 700 meter dari lokasi awal menuju area yang lebih jauh dari permukiman warga.

Pemindahan tersebut dilakukan sebelum penanganan akhir untuk meminimalkan dampak lingkungan dan gangguan terhadap masyarakat sekitar.

Kolaborasi Konservasi Laut Wakatobi Diperkuat

Direktur Konservasi Spesies dan Genetik Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Sarminto Hadi mengapresiasi respons BTNW dan tim gabungan dalam menangani peristiwa tersebut.

“Sinergi yang baik antarpemangku kepentingan menjadi kunci untuk memastikan setiap upaya penanganan dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan tetap memperhatikan aspek konservasi,” ucap Sarminto.

Kepala Desa Matahora Saharuni mengatakan warga bersama pemerintah desa telah membantu proses penanganan sejak hiu paus tersebut ditemukan.

“Masyarakat dan pemerintah desa merasa prihatin atas kejadian ini. Selama proses penanganan, kami dan semua perangkat desa selalu berupaya membantu baik tenaga maupun materi dan terus berkoordinasi dengan petugas di lapangan,” sebut Saharuni.

Manajer Senior Perlindungan Laut YKAN Yusuf Fajariyanto menyebut peristiwa tersebut menjadi pengingat mengenai pentingnya kesiapsiagaan, sarana evakuasi, dan kolaborasi jangka panjang untuk menjaga ekosistem laut Wakatobi.

“Melalui pembelajaran tersebut, para pihak semakin memperkuat komitmen untuk menjaga kelestarian ekosistem laut Wakatobi sebagai habitat beragam spesies sekaligus sumber penghidupan masyarakat pesisir,” tambahnya.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026