HOME  ⁄  Nasional

Pemprov DKI Bangun Kembali Dua SD di Kebayoran Lama dengan Anggaran Hampir Rp50 Miliar

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Pemprov DKI Bangun Kembali Dua SD di Kebayoran Lama dengan Anggaran Hampir Rp50 Miliar
Foto: Pemerintah Provinsi DKI melakukan peletakan batu pertama pembangunan SDN Kebayoran Lama Selatan 09 dan 11 di Jakarta, Selasa 29/9/2026 (sumber: ANTARA/Luthfia Miranda Putri)

Pantau - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membangun kembali gedung SDN Kebayoran Lama Selatan 09 dan 11 di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, dengan nilai pembangunan mencapai hampir Rp50 miliar untuk menghadirkan fasilitas pendidikan yang lebih aman dan layak.

Pembangunan secara resmi ditandai dengan peletakan batu pertama yang dihadiri Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno pada Selasa.

“Marilah kita panjatkan puji syukur kepada Allah SWT hari ini kita bisa berkumpul dan Insya Allah kita akan sama-sama menetapkan diri melakukan peletakan batu pertama pembangunan SDN Kebayoran Lama Selatan 09 dan 11 ini,” kata Rano.

Menurut Rano, pembangunan kedua gedung sekolah tersebut menjadi bagian dari upaya Pemprov DKI mempercepat pemulihan sarana pendidikan yang mengalami kerusakan cukup parah sekaligus memastikan anak-anak Jakarta memperoleh tempat belajar yang aman.

Pembangunan Libatkan PT Wisma Nusantara Internasional

Pembangunan SDN Kebayoran Lama Selatan 09 dan 11 melibatkan PT Wisma Nusantara Internasional dan dilaksanakan berdasarkan nilai koefisien lantai bangunan (KLB).

“Saya mengucapkan terima kasih kepada PT. Wisma Nusantara Internasional, karena SD ini bisa dibangun berdasarkan dari nilai koefisien lantai bangunan atau KLB. Nah total pembangunan sekolah ini mencapai hampir Rp50 miliar lebih,” ungkap Rano.

Pemprov DKI memastikan proses pembangunan dilakukan dengan memperhatikan ketepatan waktu dan kehati-hatian selama pengerjaan.

Pengalaman kontraktor turut menjadi perhatian karena akses menuju lokasi SDN Kebayoran Lama Selatan 09 dan 11 cukup terbatas.

Rano mengatakan Pemprov DKI masih menghadapi tantangan untuk memastikan hasil pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat Jakarta.

Pada semester I 2026, rasio gini Jakarta tercatat sebesar 0,435, sedangkan jumlah penduduk miskin turun menjadi 432,65 ribu jiwa atau 3,96 persen dari jumlah penduduk.

“Capaian tersebut harus terus kita dorong dengan memastikan semakin banyak masyarakat memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kualitas hidupnya,” kata Rano.

Gedung Baru Diharapkan Ciptakan Lingkungan Belajar Layak

Berbagai pembangunan yang dilakukan Pemprov DKI juga disebut turut mendukung pencapaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jakarta yang pada 2025 tercatat sebesar 85,5 dan menjadi yang tertinggi secara nasional.

Rano menekankan pembangunan tidak hanya berkaitan dengan pencapaian indikator, tetapi juga pemerataan kesempatan bagi seluruh anak di Jakarta.

“Yang lebih penting adalah memastikan setiap anak Jakarta, tanpa memandang latar belakang ekonomi maupun wilayah tempat tinggalnya, memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, berkembang, dan meraih masa depan yang lebih baik,” ujar Rano.

Pembangunan kembali fasilitas sekolah menjadi salah satu langkah konkret untuk menyediakan kesempatan tersebut melalui sarana pendidikan yang lebih baik dan layak.

Gedung baru SDN Kebayoran Lama Selatan 09 dan 11 diharapkan menghadirkan lingkungan belajar yang lebih aman dan nyaman sekaligus menyediakan ruang bagi siswa untuk berkarya serta mengembangkan potensi.

“Nantinya melalui gedung baru SDN Kebayoran Lama Selatan 09 dan 11, kita berharap hadir lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan layak yang tidak hanya mendukung proses belajar, tetapi juga memberi ruang bagi anak-anak untuk tumbuh, berkarya, dan mengembangkan potensinya,” kata Rano.

Penulis :
Arian Mesa
FLOII 2026