HOME  ⁄  Nasional

Keripik dan Hasil Pertanian UMKM Lampung Siap Tembus Pasar Ekspor

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Keripik dan Hasil Pertanian UMKM Lampung Siap Tembus Pasar Ekspor
Foto: (Sumber :Bea Cukai mendorong komoditas pertanian dan produk olahan UMKM Lampung memiliki nilai tambah serta menjangkau pasar yang lebih luas melalui asistensi kepabeanan dan pendampingan ekspor kepada pelaku usaha pada September 2026.)

Pantau - Bandar Lampung, 30-09-2026 – Bea Cukai terus memacu potensi komoditas pertanian Lampung untuk memiliki nilai tambah dan menjangkau pasar yang lebih luas. Hal tersebut dilakukan melalui asistensi kepabeanan dan pendampingan ekspor kepada pelaku usaha dan UMKM di wilayah Lampung beberapa pada pertengahan September lalu.

Kanwil Bea Cukai Sumatera Bagian Barat (Sumbagbar) dan Bea Cukai Lampung secara berkelanjutan memberikan pendampingan kepada pelaku usaha, mulai dari UMKM makanan olahan hingga koperasi yang bergerak di sektor hortikultura. Pendampingan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan fungsi industrial assistance untuk mendorong pengembangan usaha dan peningkatan akses pasar ekspor.

Salah satunya dilakukan Kanwil Bea Cukai Sumbagbar melalui kunjungan ke UMKM Kripik Si Bintang Buah di Kemiling, Bandar Lampung, pada 24 September 2026. UMKM binaan tersebut mengolah berbagai komoditas buah lokal menjadi produk bernilai tambah, seperti keripik pisang muli, keripik nangka, dan keripik salak.

Dalam kegiatan produksinya, Kripik Si Bintang Buah memanfaatkan bahan baku segar dari petani lokal serta melibatkan masyarakat sekitar. Selain meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian, kegiatan tersebut turut membuka manfaat ekonomi bagi masyarakat di lingkungan sekitar.

Sementara itu, Bea Cukai Lampung melakukan asistensi kepada Koperasi Tani Hijau di Tanggamus pada 14 September 2026. Koperasi yang bergerak di bidang hortikultura, khususnya pisang mas, tersebut merupakan mitra Kawasan Berikat PT Great Giant Pineapple dan telah memiliki pasar ekspor ke Singapura dan Jepang.

Asistensi mencakup pembahasan kondisi produksi, rencana pengembangan dan diversifikasi produk, serta berbagai kendala dalam produksi, pemasaran, dan ekspor. Salah satu tantangan yang dihadapi koperasi adalah dampak abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau yang memengaruhi kualitas buah pisang.

Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai, Netty Hartawati, mengatakan pendampingan kepada UMKM merupakan bagian dari peran pihaknya dalam mendukung pelaku usaha agar mampu berkembang dan meningkatkan daya saing.

“Bea Cukai terus menjalankan fungsi industrial assistance melalui pendampingan dan pemberian panduan kepada pelaku usaha. Kami berharap program asistensi ini dapat menjangkau lebih banyak pelaku usaha dan turut mendorong peningkatan performa ekspor dari sektor UMKM, termasuk di Lampung,” ujar Netty.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026