
Pantau - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca di kawasan Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, cenderung cerah berawan dengan peluang hujan relatif kecil selama pelaksanaan MotoGP pada 9–11 Oktober 2026.
Kepala Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid (ZAM) Tri Widiarto mengatakan prediksi tersebut sejalan dengan kondisi musim kering yang masih berlangsung di wilayah NTB hingga Oktober 2026.
“Untuk kegiatan MotoGP diprediksi curah hujan tidak ada, namun lebih ke cuaca cerah berawan,” kata Tri di Mataram, Kamis (1/10/2026).
Menurut Tri, wilayah NTB mulai memasuki masa transisi dari musim kemarau menuju musim hujan pada akhir Oktober, sedangkan musim hujan diprediksi berlangsung pada Desember.
Peluang Hujan di Mandalika Relatif Kecil
BMKG memprediksi peluang hujan khusus di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika selama pelaksanaan MotoGP relatif kecil.
“Untuk daerah Mandalika di bawah 50 sampai 30 persen. Jadi kemungkinan hujan itu kecil,” ucap Tri.
Meski peluang hujan kecil, BMKG mengingatkan kondisi cerah berawan serta paparan sinar matahari dan suhu panas tetap perlu menjadi perhatian penonton selama berada di kawasan sirkuit.
Tri mengimbau penonton mengantisipasi risiko dehidrasi akibat cuaca yang cenderung panas selama mengikuti rangkaian MotoGP Mandalika 2026.
Penonton juga diharapkan tetap menjaga kondisi tubuh saat menghadapi cuaca panas dan terik selama menyaksikan balapan.
Persiapan MotoGP Mandalika Capai 95 Persen
Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) sebelumnya menyebut kesiapan penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026 telah mencapai 95 persen.
Sebanyak 400 marshal disiapkan untuk mendukung pelaksanaan balapan dan dijadwalkan menjalani pelatihan pada 5–8 Oktober 2026.
Penyelenggara juga menyiapkan 118 unit shuttle untuk mendukung mobilitas di dalam kawasan sirkuit.
Pemerintah Nusa Tenggara Barat menyediakan tambahan 35 unit shuttle untuk melayani kebutuhan transportasi di luar kawasan sirkuit.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




