
Pantau - Presiden Prabowo Subianto melantik Luky Alfirman sebagai Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) dalam prosesi di Istana Negara, Jakarta, Kamis, 1 Oktober 2026.
Luky merupakan birokrat senior yang telah meniti perjalanan karier di Kementerian Keuangan selama lebih dari tiga dekade.
Sebagai Wakil Menteri Keuangan, Luky mendapat tugas membantu Menteri Keuangan Suahasil Nazara dalam menjalankan tugas di Kabinet Merah Putih.
Luky menjalankan posisi Wakil Menteri Keuangan bersama Juda Agung yang telah menjabat sejak Februari 2026.
Selain Luky dan Juda, posisi Wakil Menteri Keuangan juga diisi Nurkholisoh Ibnu Aman yang ditunjuk Presiden Prabowo dalam rangkaian pelantikan yang sama.
Lulusan ITB hingga Meraih Doktor Ekonomi di Amerika Serikat
Luky Alfirman lahir di Bandung pada 27 Maret 1970.
Ia menempuh pendidikan tinggi di Institut Teknologi Bandung (ITB) dan menyelesaikan pendidikan Sarjana Teknik Industri pada 1994.
Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana, Luky melanjutkan studi di University of Colorado Boulder, Amerika Serikat.
Luky memperoleh gelar Master of Arts in Economics dari University of Colorado Boulder pada 2000.
Ia kemudian melanjutkan pendidikan doktoral di universitas yang sama.
Pada 2004, Luky memperoleh gelar Doctor of Philosophy (PhD) in Economics dari University of Colorado Boulder.
Karier Luky Dimulai dari Direktorat Jenderal Pajak
Perjalanan karier Luky di Kementerian Keuangan dimulai pada 1 Maret 1995.
Pada periode awal kariernya, Luky sempat bertugas di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan menduduki berbagai posisi sebelum beralih ke bidang kebijakan fiskal.
Pada 2011, Luky berpindah ke Badan Kebijakan Fiskal (BKF).
Di BKF, Luky dipercaya menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Kebijakan APBN sebelum beralih menjadi Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro.
Pada 2015, Luky dipercaya menjadi Kepala Pusat Analisis dan Harmonisasi Kebijakan di Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan.
Posisi tersebut juga disebut sebagai Chief of Staff untuk Menteri Keuangan.
Perjalanan karier Luky kemudian berkembang hingga menduduki sejumlah jabatan eselon I di Kementerian Keuangan.
Pada November 2017, Luky dipercaya menjadi Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko.
Ketika menjalankan jabatan tersebut, Luky juga mendapat mandat sebagai anggota ex-officio Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Pada November 2022, Luky dilantik menjadi Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan.
Luky kemudian mendapat penugasan baru sebagai Direktur Jenderal Anggaran pada Mei 2025.
Pada April 2026, Luky diberhentikan dari jabatan Direktur Jenderal Anggaran oleh Menteri Keuangan saat itu, Purbaya Yudhi Sadewa.
Kini Membantu Suahasil Nazara di Kementerian Keuangan
Per 1 Oktober 2026, Luky memperoleh mandat baru dari Presiden Prabowo sebagai Wakil Menteri Keuangan.
Penunjukan tersebut membawa Luky kembali ke jajaran pimpinan Kementerian Keuangan setelah menghabiskan lebih dari tiga dekade berkarier di kementerian tersebut.
Luky membawa rekam jejak di bidang perpajakan, kebijakan fiskal, ekonomi makro, pengelolaan pembiayaan dan risiko, perimbangan keuangan, hingga pengelolaan anggaran untuk menjalankan tugas barunya sebagai Wakil Menteri Keuangan.
- Penulis :
- Leon Weldrick




