
Pantau - Wakil Ketua Umum DPP Partai Hanura Patrice Rio Capella mengusulkan pembentukan lembaga baru bernama Dewas Penyelenggara Pemilu atau Dewas Pemilu untuk mengawasi KPU, Bawaslu, dan DKPP dalam pembahasan Revisi Undang-Undang (RUU) Pemilu.
"Harusnya ada juga lembaga baru yang ikut melakukan pengawasan terhadap tiga lembaga ini agar pelaksanaannya itu on the track. Itu namanya Dewas Pemilu," kata Rio dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis.
Usulan tersebut disampaikan Rio setelah memimpin Konsolidasi dan Rapat Teknis Tim Task Force DPP Hanura se-Provinsi Sulawesi Tengah di Palu pada Rabu, 30 September.
Hanura Usulkan Parpol Masuk Dewas Pemilu
Rio yang juga menjabat Ketua Tim Task Force DPP Hanura mengusulkan Dewas Pemilu dapat diisi oleh unsur pemerintah dan partai politik peserta pemilu.
Menurut Rio, keterlibatan partai politik diperlukan untuk membangun kepercayaan antara peserta pemilu dan lembaga penyelenggara pemilu.
"Kalau peserta Pemilunya 15, ya 15 orang ada di situ untuk mengawasi dan memastikan tiga unsur penyelenggara Pemilu ini berjalan dengan baik," ujarnya.
Rio menegaskan Dewas Pemilu yang diusulkannya tidak mengambil alih kewenangan teknis yang dimiliki KPU maupun Bawaslu.
"Tugasnya bukan hal teknis, tapi mengawasi agar itu berjalan dengan baik," kata Rio.
Sebagai contoh, Rio menyebut Dewas Pemilu dapat melakukan pengawasan terhadap proses penanganan laporan dugaan kecurangan dalam pemilu.
Menurut Rio, pengawasan tersebut dapat digunakan untuk memastikan laporan dugaan kecurangan tidak berhenti hanya karena persoalan administratif atau batas waktu pelaporan.
Rio berpandangan mekanisme pengawasan tambahan diperlukan agar setiap laporan yang mempunyai bukti kuat dapat ditindaklanjuti sesuai aturan.
Rio Singgung Penyelenggaraan Pemilu 1999
Rio merujuk pada penyelenggaraan Pemilu 1999 sebagai contoh keterlibatan unsur partai politik dan pemerintah dalam penyelenggaraan pemilu.
"Penyelenggara Pemilu unsur parpol dan pemerintah itu pernah terjadi di Pemilu 1999. Panitia Pemilihan Indonesia (PPI) di tingkat pusat. Panitia Pemilihan Daerah (PPD) di tingkat provinsi. Justru menurut saya, pemilu yang paling nyaman dan paling beradab itu Pemilu 1999. Saat itu dilaksanakan oleh partai politik, sehingga mereka saling mengawasi," papar Rio.
Rio menilai pengalaman dalam pelaksanaan Pemilu 2024 perlu dijadikan pembelajaran agar persoalan yang terjadi tidak kembali terulang pada Pemilu 2029.
Menurut Rio, gagasan pembentukan Dewas Pemilu perlu dipertimbangkan dalam proses penyusunan RUU Pemilu yang baru.
Rio juga meyakini keterlibatan peserta pemilu dalam proses pengawasan dapat menjadi salah satu cara untuk membangun kepercayaan terhadap penyelenggaraan Pemilu 2029.
Hanura Buka Peluang Dukung Hadianto Rasyid
Dalam kegiatan Konsolidasi dan Rapat Teknis Tim Task Force DPP Hanura di Palu, jajaran DPP Hanura disambut Sekretaris DPD Hanura Sulawesi Tengah Muhammad Ismail Junus.
Wali Kota Palu Hadianto Rasyid tidak hadir dalam kegiatan tersebut setelah mengundurkan diri dari jabatan Ketua DPD Hanura Sulawesi Tengah.
"Saya pikir langkah-langkah yang diambil oleh Wali Kota Palu tentu punya pertimbangan dan alasan tersendiri. Dia tidak lagi menjadi Ketua DPD, tapi merupakan bagian dari keluarga besar partai Hanura," ujar Rio.
Rio meyakini Hadianto masih dapat memberikan kontribusi kepada Hanura meskipun tidak lagi menduduki jabatan struktural di partai.
"Perjuangan itu bisa dari mana saja. Kami meyakini Wali Kota itu pasti akan bekerja untuk partai Hanura walaupun tidak menjabat Ketua DPD," kata Rio.
Menurut Rio, Hadianto memiliki sejarah panjang bersama Hanura di Sulawesi Tengah dan pengunduran dirinya dari kepengurusan tidak serta-merta mengurangi kekuatan partai di daerah tersebut.
Rio juga menyatakan Hanura tidak menutup kemungkinan memberikan dukungan kepada Hadianto apabila nantinya kembali mengikuti kontestasi pemilihan kepala daerah.
Menurut Rio, Hanura akan menentukan dukungan berdasarkan sosok yang dinilai mempunyai kemampuan membangun Sulawesi Tengah.
"Hanura tidak kemudian mem-blacklist, itu bukan tipe Hanura. Sepanjang itu untuk kepentingan rakyat, dan memang rakyat menghendaki dia, pasti Hanura akan dukung. Siapapun itu," kata Rio yang juga menjabat Pelaksana Tugas (Plt) DPD Hanura Sulawesi Tengah.
- Penulis :
- Leon Weldrick




