HOME  ⁄  Nasional

Cara Bea Cukai Pacu Ekspor UMKM di Dua Daerah Ini dan Tingkatkan Pengawasan Barang di Bandara Juanda

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Cara Bea Cukai Pacu Ekspor UMKM di Dua Daerah Ini dan Tingkatkan Pengawasan Barang di Bandara Juanda
Foto: (Sumber :Bea Cukai memperkuat pendampingan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Aceh dan Bulukumba agar mampu menembus pasar internasional sekaligus meningkatkan pengawasan barang di Bandara Internasional Juanda melalui kolaborasi dengan PT Angkasa Pura Indonesia (Persero).)

Pantau - Jakarta, 02-10-2026 – Jalin sinergi dengan berbagai pihak, Bea Cukai dorong pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah Aceh dan Bulukumba agar mampu memperluas akses pasar hingga tingkat internasional. Tak hanya itu, lewat upaya serupa Bea Cukai juga terus memperkuat pengawasan melalui kerja sama strategis salah satunya bersama PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) Bandara Juanda.

Di Aceh, Bea Cukai Lhokseumawe memperkuat kerja sama dengan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Banda Aceh untuk memberikan pemahaman kepada UMKM binaan Klinik Ekspor terkait standar keamanan, mutu, sertifikasi, serta persyaratan produk sebelum memasuki pasar global.

Kunjungan yang dilaksanakan pada 21 September 2026 tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan pelaku usaha tidak hanya memahami prosedur ekspor dari sisi kepabeanan, tetapi juga mampu memenuhi ketentuan teknis yang berlaku, khususnya bagi produk sektor obat dan makanan.

Sementara itu, di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, Bea Cukai Makassar menggelar Tour de Bulukumba Export Assistance dengan tema “Kembangkan Potensi Daerah melalui Ekspor” (17/09). Kegiatan tersebut menjadi wadah edukasi tata laksana ekspor sekaligus pendampingan bagi UMKM yang memiliki potensi untuk mengembangkan pasar ke luar negeri.

Dalam kegiatan tersebut, Bea Cukai Makassar memberikan pemahaman mengenai prosedur ekspor serta menghadirkan pelaku usaha yang telah berhasil memasarkan produknya ke pasar internasional. Salah satunya adalah PT Coconut International Indonesia yang membagikan pengalaman dalam mengembangkan produk briket arang kelapa hingga diekspor ke sejumlah negara seperti Jerman, Turki, Inggris, dan Arab Saudi.

Selain itu, sejumlah UMKM binaan Bea Cukai Makassar turut berbagi pengalaman, di antaranya Kopi Leluhur, Rappo Indonesia, Kallolo by Rich, Atap Konjo, dan Kacang Putri.

Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai, Netty Hartawati, menyampaikan bahwa untuk meningkatkan ekspor UMKM daerah, pihaknya perlu menjalin sinergi dengan berbagai pihak. “Mengingat banyak ketentuan yang ber-irisan antara Bea Cukai dengan berbagai pihak, termasuk BBPOM. Jadi kerja sama dan sinergi ini harus kita jaga untuk mencapai tujuan peningkatan ekspor tersebut,” ujarnya.

Selain mendukung peningkatan ekspor UMKM, Bea Cukai juga terus memperkuat pengawasan melalui kerja sama strategis dengan berbagai pihak. Salah satunya dilakukan oleh Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Jawa Timur I bersama PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) Kantor Cabang Bandara Internasional Juanda melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS).

Digelar pada awal September lalu (08/09), kerja sama tersebut mencakup pertukaran dan pemanfaatan tampilan maupun rekaman hasil pemindaian X-Ray barang serta rekaman CCTV di lingkungan Bandara Internasional Juanda. Data tersebut menjadi informasi pendukung bagi Bea Cukai dalam menjalankan tugas pengawasan serta menindaklanjuti indikasi pelanggaran kepabeanan dan cukai.

Pemanfaatan teknologi dan pertukaran informasi antarinstansi diharapkan mampu menciptakan pengawasan yang lebih terintegrasi, efektif, dan sesuai dengan tugas serta kewenangan masing-masing pihak.

“Kami berkomitmen menghadirkan layanan dan pengawasan yang mendukung pertumbuhan ekonomi. Pendampingan UMKM berorientasi ekspor serta kolaborasi pengawasan menjadi langkah penting dalam mendorong produk lokal semakin kompetitif sekaligus menjaga kepatuhan terhadap ketentuan kepabeanan dan cukai,” pungkas Netty.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026