HOME  ⁄  Nasional

Korea Selatan Membuka Peluang Pendidikan dan Kerja Perawatan Lansia bagi Warga Indonesia

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Korea Selatan Membuka Peluang Pendidikan dan Kerja Perawatan Lansia bagi Warga Indonesia
Foto: Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia Yoon Soon-gu menyampaikan sambutan dalam sosialisasi daring mengenai sistem perawat lansia bagi warga negara asing, yang diikuti pelajar Sumatera Utara, pada Rabu 30/9/2026 (sumber: Kedubes Korsel di Jakarta)

Pantau - Kedutaan Besar Korea Selatan di Indonesia membuka informasi mengenai peluang pendidikan dan kerja sebagai care worker atau tenaga perawatan lansia bagi masyarakat Indonesia, khususnya di Sumatera Utara.

Kedutaan Besar Korea Selatan bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara dan Konsul Kehormatan Korea Selatan di Sumatera menggelar sosialisasi secara daring mengenai program tenaga perawatan lansia bagi warga negara asing pada Rabu, 30 September 2026.

Sosialisasi tersebut diikuti sekitar 1.000 peserta yang mewakili 300 SMA dan SMK di seluruh Sumatera Utara.

Besarnya jumlah peserta disebut menunjukkan tingginya minat terhadap peluang pendidikan dan kerja di Korea Selatan.

Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia Yoon Soon-gu mengatakan kebutuhan tenaga perawatan lansia di negaranya dapat dipadukan dengan potensi sumber daya manusia Indonesia.

Menurut Yoon, integrasi kebutuhan tenaga perawatan di Korea Selatan dengan talenta Indonesia dapat menjadi peluang strategis untuk memperkuat pertukaran sumber daya manusia sekaligus membuka peluang baru dalam kerja sama ketenagakerjaan kedua negara.

Yoon juga mengajak pemerintah Indonesia, institusi pendidikan, dan pelajar untuk aktif memanfaatkan skema pendidikan serta peluang kerja yang tersedia.

Visa E-7 Buka Kesempatan Kerja bagi Mahasiswa Asing

Pemerintah Korea Selatan pada 2024 memasukkan profesi tenaga perawatan lansia ke dalam kategori visa Specific Activities atau E-7.

Kebijakan tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa asing untuk bekerja di fasilitas perawatan lansia di Korea Selatan setelah menyelesaikan pendidikan dan memperoleh sertifikasi resmi.

Hingga 2026, sebanyak 21 perguruan tinggi di Korea Selatan telah ditunjuk sebagai lembaga pembinaan resmi untuk program tersebut.

Mahasiswa asing yang berhasil menyelesaikan pendidikan melalui program itu memiliki kesempatan untuk masuk ke pasar kerja sektor pelayanan perawatan lansia di Korea Selatan.

Dalam sosialisasi, Kedutaan Besar Korea Selatan menjelaskan proses pendidikan yang harus ditempuh peserta hingga tahapan memperoleh sertifikasi sebagai tenaga perawatan lansia.

Peserta juga memperoleh informasi mengenai ketentuan status tinggal bagi warga negara asing yang mengikuti program tersebut.

Acara dilengkapi sesi diskusi dan tanya jawab interaktif untuk memberikan informasi lebih terperinci mengenai skema pendidikan serta peluang kerja yang tersedia.

Kerja Sama Diharapkan Hubungkan Kebutuhan Tenaga Kerja

Sosialisasi turut dihadiri Konsul Kehormatan Korea Selatan di Sumatera Parlindungan Purba dan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara Alexander Sinulingga.

Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Sumatera Utara Afrizal Sihotang juga mengikuti kegiatan tersebut.

Melalui program tersebut, pemerintah Korea Selatan berharap dapat membangun landasan kerja sama yang semakin kuat dengan Indonesia.

Kerja sama itu diharapkan mampu menghubungkan potensi tenaga kerja Indonesia dengan kebutuhan tenaga di sektor perawatan dan keperawatan sosial di Korea Selatan.

Penulis :
Arian Mesa
FLOII 2026