
Pantau - Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Veronica Tan mendorong kolaborasi lintas sektor untuk mengembangkan Kebun Pangan Perempuan (KPP) sebagai program pemberdayaan perempuan berbasis ekonomi, pangan lokal, ketahanan pangan, dan penguatan komunitas.
"Program pemerintah harus dijahit dengan kebutuhan nyata di lapangan. Karena itu, kita ingin membangun program dari bawah dengan melibatkan komunitas perempuan dan memperkuat kolaborasi lintas pihak. Dengan dukungan seluruh pihak, KPP dapat diimplementasikan lebih tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi perempuan," kata Veronica dalam keterangan di Jakarta, Sabtu (3/10/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan Veronica dalam diskusi publik dan pameran 40 tahun Asosiasi Pusat Pengembangan Sumberdaya Wanita (PPSW).
Veronica mengapresiasi komitmen PPSW dalam memperkuat peran dan posisi perempuan dalam kehidupan ekonomi, sosial, dan pembangunan.
"Empat dekade merupakan perjalanan yang mencerminkan konsistensi dan komitmen PPSW dalam mendampingi perempuan akar rumput. Sejak 1986, PPSW telah berkontribusi memperkuat kapasitas ekonomi, kepemimpinan, solidaritas, serta kemampuan perempuan dalam mengambil keputusan. Komitmen ini pun telah diwujudkan melalui kolaborasi KemenPPPA dan PPSW dalam Bimbingan Teknis Kepemimpinan Perempuan Perdesaan dan Kewirausahaan Perempuan pada periode 2021-2025," kata Veronica Tan.
KPP Integrasikan Ekonomi dan Ketahanan Pangan
Menurut Veronica, pemberdayaan perempuan perlu dilakukan secara menyeluruh dengan memastikan perempuan memiliki akses, kesempatan, dan dukungan untuk berkembang.
KemenPPPA mengembangkan KPP sebagai program afirmasi perempuan yang mengintegrasikan penguatan ekonomi, pangan lokal, ketahanan pangan dan gizi keluarga, serta penguatan komunitas.
"KPP bukan sekadar kebun, tetapi upaya memberdayakan perempuan di tingkat akar rumput melalui akses lahan, pengembangan pangan lokal, mendorong kemandirian ekonomi, dan pengetahuan tentang gizi keluarga," kata Veronica Tan.
Program KPP telah dimulai melalui proyek percontohan di Nusa Tenggara Timur dengan memanfaatkan lahan perhutanan sosial seluas 650 hektare yang dikelola secara berkelompok oleh sekitar 600 perempuan.
Program Dikembangkan ke Sejumlah Provinsi
Selain Nusa Tenggara Timur, program Kebun Pangan Perempuan terus dikembangkan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Veronica menilai penguatan ekonomi perempuan melalui komunitas juga dapat memperluas ruang bagi mereka untuk menyampaikan aspirasi dan mengambil keputusan.
Ia menekankan pengembangan KPP perlu dilakukan secara kolaboratif dan berbasis komunitas dengan melibatkan kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, organisasi masyarakat, serta kelompok perempuan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




