
Pantau - Menteri Kebudayaan Fadli Zon menilai film "Djamin Setia Selamanya" karya sutradara Rako Prijanto dapat menjadi media edukasi sejarah karena mengangkat perjuangan pahlawan nasional Jamin Ginting Suka dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Fadli menyampaikan penilaian tersebut setelah menghadiri pemutaran film "Djamin Setia Selamanya" di Jakarta, Jumat (2/10/2026).
Menurut Fadli, film biopik tersebut menyajikan narasi sejarah melalui alur cerita yang menghibur serta sinematografi yang apik.
Film itu mengisahkan perjuangan Jamin Ginting pada masa perang mempertahankan kemerdekaan ketika Belanda berupaya kembali menguasai Indonesia.
Angkat Perjuangan Rakyat di Sumatera
Selain menampilkan adegan laga, perang, dan kehidupan sehari-hari pada masa tersebut, film "Djamin Setia Selamanya" turut memperlihatkan budaya, adat istiadat, serta kearifan lokal masyarakat Karo di Sumatera Utara.
Fadli menyebut film tersebut sebagai salah satu contoh penggarapan film yang dapat digunakan untuk memperkenalkan sejarah perjuangan bangsa kepada masyarakat.
"Ini ada perjuangan yang mungkin banyak orang tidak tahu di Sumatera, khususnya di Sumatera Utara dan Aceh, yang dipimpin oleh tokoh-tokoh pejuang Angkatan 45," kata Menteri Kebudayaan.
"Kisah-kisah ini memberikan pengetahuan bahwa perjuangan Jamin Ginting dan perjuangan kemerdekaan kita ini bukan hanya bergolak di tanah Jawa, tapi ada di Sumatera, Bali, Kalimantan, Sulawesi, dan juga di banyak daerah lain. Tentu sejarah ini penting untuk dilihat, karena periode 1945-1950 merupakan periode penting dalam sejarah Indonesia," ia menjelaskan.
Kisah Jamin Ginting Diangkat ke Layar Lebar
Film "Djamin Setia Selamanya" menyoroti perjalanan hidup Jamin Ginting sejak menempuh pendidikan di sekolah Belanda hingga menjadi tentara sukarela Giyugun.
Kisah kemudian berlanjut ketika Jamin Ginting memimpin perang gerilya di Sumatera Utara pada masa agresi militer Belanda.
Biopik yang dibintangi aktor Rafi Sudirman tersebut diharapkan dapat mendorong lahirnya lebih banyak film yang mengangkat sejarah dan menginspirasi generasi muda.
Pemutaran film di Jakarta turut dihadiri sejumlah pejabat Kementerian Kebudayaan, produser Riahna Djamin Ginting, penulis skenario Titien Wattimena, serta aktor Chicco Kurniawan dan Jourdy Pranata.
- Penulis :
- Aditya Yohan




