
Pantau - Tim penyelam gabungan berhasil mengevakuasi 50 jasad korban kecelakaan KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di Laut Jawa hingga hari ke-21 operasi pencarian dan pertolongan, meski pencarian bawah air menghadapi keterbatasan cuaca hingga kondisi kapal yang tidak stabil.
Kepala Basarnas Mohammad Syafii mengatakan penyelaman menjadi salah satu metode penting dalam pencarian dan evakuasi korban sejak operasi bawah air dimulai sekitar hari ketiga setelah kecelakaan pada Minggu (13/9/2026).
“Penyelaman merupakan salah satu upaya penting dalam proses pencarian dan evakuasi korban. Dari hasil evaluasi pelaksanaan penyelaman, dilaksanakan rata-rata empat sampai lima sortie per hari. Setiap sortie dikerahkan dua sampai tiga tim dengan kekuatan lima penyelam tiap tim,” kata Syafii dalam konferensi pers di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Sabtu (3/10/2026) malam.
Operasi penyelaman dilakukan mulai pukul 09.00 hingga 16.00 WITA dengan mempertimbangkan kondisi di lokasi pencarian.
“Metode penyelaman memberikan kontribusi yang signifikan terhadap proses pencarian dan evakuasi korban, meskipun pelaksanaannya dihadapkan pada keterbatasan kondisi cuaca maupun kondisi lokasi pelaksanaan operasi SAR underwater,” ucapnya.
Penyelam Masuk hingga 15 Meter ke Dalam Kapal
Basarnas mencatat tingkat risiko semakin tinggi ketika penyelam bergerak lebih jauh ke bagian dalam KM Virgo Transport 8 sehingga keselamatan personel menjadi pertimbangan utama.
Tim penyelam telah melakukan penetrasi sekitar 10 hingga 15 meter ke dalam kapal, tetapi pencarian lebih jauh terhambat barang, material, dan debris.
“Beberapa jendela sudah dibuka dan dapat dimasuki penyelam, namun setelah hari ke-19 operasi SAR tidak ditemukan lagi korban dari akses tersebut,” tuturnya.
Struktur kapal yang tidak stabil juga menjadi ancaman karena posisi kapal masih dapat mengalami perubahan trim dan kemiringan secara tiba-tiba ketika penyelam berada di dalam.
Visibilitas bawah air yang sangat rendah akibat sedimen dan debris turut meningkatkan risiko disorientasi bagi penyelam.
Tim juga menghadapi benda-benda tajam yang berpotensi menyebabkan cedera serta risiko bahan kimia akibat tumpahan minyak dan kontaminasi lainnya.
“Pada kedalaman sekitar 27 meter, kondisi gas juga menjadi salah satu faktor pembatas waktu kerja penyelam. Dengan penggunaan Scuba, waktu kerja diperkirakan tidak lebih dari 20 menit dalam setiap penyelaman, sehingga kondisi kapal, lingkungan bawah air, visibilitas, debris, kontaminasi, kedalaman, dan waktu kerja menjadi pertimbangan dalam operasi SAR underwater,” ujarnya.
Sebanyak 55 Korban Masih Dicari
Hingga Sabtu pukul 22.00 WITA, Basarnas mengonfirmasi 188 orang telah ditemukan dari total 243 orang dalam manifes KM Virgo Transport 8.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 108 orang ditemukan selamat dan 80 orang meninggal dunia, sedangkan 55 orang lainnya masih dalam proses pencarian.
Basarnas memutuskan operasi SAR tetap dilanjutkan setelah melakukan evaluasi pada hari ke-21 pencarian.
Pelaksanaan operasi selanjutnya dilakukan dengan waktu fleksibel mengikuti perkembangan di lapangan dan menyesuaikan jumlah personel yang tersedia dengan tetap melibatkan unsur instansi yang telah bergabung sejak awal pencarian.
- Penulis :
- Gerry Eka




