
Pantau - Penelitian University of Surrey menemukan paparan makanan mengandung gula selama 1.000 hari pertama kehidupan anak berkaitan dengan peningkatan risiko kecemasan saat dewasa dan perubahan perkembangan sejumlah wilayah otak.
Penulis utama studi Dr. Hana Navratilova mengatakan penelitian dilakukan untuk memahami hubungan konsumsi gula pada masa awal kehidupan dengan kesehatan mental pada kemudian hari.
“Kami secara khusus tertarik untuk memahami apakah konsumsi gula pada masa awal kehidupan dapat berkontribusi terhadap munculnya masalah kesehatan mental seperti depresi dan kecemasan di kemudian hari,” kata Navratilova, dikutip dari laporan New York Post.
Peneliti menganalisis data medis lebih dari 45.000 peserta UK Biobank dan menemukan asupan gula pada masa awal kehidupan berdampak signifikan terhadap perkembangan 11 dari 80 wilayah otak yang diteliti.
Para peserta dikelompokkan berdasarkan pembatasan konsumsi gula sejak dalam kandungan hingga usia enam, 12, 18, dan 24 bulan serta kelompok yang hanya mengalami pembatasan ketika masih dalam kandungan.
Risiko Kecemasan Terendah Ditemukan pada Kelompok Minim Paparan Gula
Risiko kecemasan paling rendah ditemukan pada peserta yang tidak mengalami paparan gula secara signifikan sejak dalam kandungan hingga dua tahun pertama kehidupan.
Perempuan yang tidak mengalami pembatasan jumlah gula yang dikonsumsi pada usia dini juga diketahui lebih mungkin mengalami kecemasan ketika dewasa.
Paparan gula pada masa awal kehidupan turut dikaitkan dengan pola makan jangka panjang karena peserta yang paling lama tidak terpapar gula melaporkan preferensi lebih rendah terhadap makanan manis ketika dewasa.
“Meski konsumsi gula meningkat setelah pembatasan tersebut berakhir, lingkungan nutrisi pada masa awal kehidupan tampaknya tetap memiliki relevansi jangka panjang terhadap kesehatan mental,” kata penulis studi Prof. Nophar Geifman.
Penelitian tersebut memanfaatkan kondisi unik peserta yang lahir pada 1951 hingga 1956 ketika pembatasan konsumsi gula pascaperang masih diberlakukan di Inggris sebelum dihentikan secara bertahap.
Menurut Geifman, periode itu menjadi unik karena “begitu banyak orang tidak memiliki kelebihan gula dalam pola makan mereka, kemudian konsumsi gula secara perlahan mulai meningkat dalam jangka waktu yang panjang.”
Anak Direkomendasikan Konsumsi Gula Kurang dari 25 Gram per Hari
Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) serta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan Amerika Serikat (HHS) merekomendasikan anak-anak mengonsumsi gula kurang dari 25 gram per hari.
Namun, konsumsi gula banyak orang disebut mencapai sekitar 68 hingga 81 gram per hari yang antara lain berasal dari makanan ultra-proses seperti kukis, es krim, dan minuman berpemanis.
Pemanis buatan dan minuman dengan pemanis buatan juga disebut memiliki pengaruh paling besar terhadap kemungkinan munculnya masalah kesehatan mental.
- Penulis :
- Gerry Eka




