HOME  ⁄  Nasional

Pramuka Santri Didorong Padukan Nilai Keislaman, Kebangsaan, dan Kejuangan Menuju Indonesia Emas 2045

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Pramuka Santri Didorong Padukan Nilai Keislaman, Kebangsaan, dan Kejuangan Menuju Indonesia Emas 2045
Foto: Ketua Umum MUI Kota Malang sekaligus Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Malang Isroqunnajah.

Pantau - Pramuka santri didorong memadukan nilai keislaman, kebangsaan, dan kejuangan sebagai bekal membangun karakter generasi muda sekaligus menghadapi tantangan menuju Indonesia Emas 2045.

Pesan tersebut mengemuka dalam seminar dan lokakarya bertajuk "Nilai-Nilai Kebangsaan, Keislaman dan Kejuangan Pramuka Santri" di Pondok Pesantren An-Nur II Bululawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Minggu (4/10/2026).

Ketua Umum MUI Kota Malang sekaligus Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Malang Isroqunnajah mengatakan tiga nilai tersebut menjadi landasan penting dalam membentuk karakter pramuka santri.

“Keislaman berpijak pada prinsip rahmatan lil 'alamin dan ketakwaan sosial. Kebangsaan bertumpu pada hubbul wathan minal iman dan komitmen menjaga NKRI. Kejuangan lahir dari etos mujahadah serta ketangguhan fisik, mental, dan intelektual," ujar Isroqunnajah.

Lokakarya tersebut menjadi bagian dari rangkaian Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) VI Tahun 2026 yang diikuti lebih dari 4.524 pramuka santri dari berbagai kontingen di Indonesia.

Santri Didorong Buktikan Kontribusi melalui Karya

Isroqunnajah menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menentukan masa depan bangsa dengan mengutip pesan Syekh Mustafa Al-Ghalayini dalam kitab "Idhatun Nasyi'in".

“Sesungguhnya di tangan para pemuda-lah urusan umat, dan pada langkah kaki merekalah terletak kehidupan umat. Tangan pemuda menentukan arah, langkah kakinya adalah aksi nyata mewujudkan Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan santri agar tidak hanya mengandalkan nama besar dan keberhasilan generasi pendahulu, tetapi mampu menunjukkan jati diri melalui karya nyata.

“Santri harus membuktikan karya dan kontribusinya sendiri, termasuk melalui Pramuka," katanya.

Menurut Isroqunnajah, pramuka santri memiliki peran strategis dalam memperkuat moderasi beragama sekaligus menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ia mengingatkan kontribusi kalangan pesantren dalam perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia, termasuk melalui Resolusi Jihad 1945 yang digerakkan KH Hasyim Asy'ari serta kiprah Jenderal Soedirman sebagai kader Pandu Hizbul Wathan.

Pramuka Santri Disiapkan Hadapi Tantangan Global

Isroqunnajah menawarkan tiga pilar strategis untuk mempersiapkan pramuka santri menghadapi tantangan masa depan, yakni cyber-dakwah, eco-jihad, dan global leadership.

Cyber-dakwah diarahkan untuk memperkuat literasi digital dan penyebaran narasi kebangsaan, sedangkan eco-jihad diwujudkan melalui pengembangan pesantren hijau serta kepedulian terhadap konservasi lingkungan.

Sementara itu, global leadership diarahkan pada penguasaan bahasa asing, kewirausahaan, dan kemampuan bersaing di tingkat global dengan tetap mempertahankan jati diri keislaman serta kebangsaan.

Menteri Agama Nasaruddin Umar sebelumnya berharap kolaborasi antara pondok pesantren dan Pramuka mampu melahirkan generasi berdaya saing yang dapat memperkuat posisi Indonesia di dunia internasional.

“Saya berharap ke depan kolaborasi pesantren dengan Pramuka melahirkan kader bangsa yang menjadi ahli waris intelektual dan spiritual bangsanya sendiri, sehingga Indonesia bersaing di kancah internasional,” kata Nasaruddin Umar.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026