
Pantau - Kementerian Pertanian (Kementan) memperkuat pengembangan genetik sapi untuk meningkatkan produktivitas dan nilai ekonomi yang diterima peternak nasional melalui Kontes Sapi Asosiasi Peternak dan Penggemuk Sapi Indonesia (APPSI) Piala Presiden 2026 di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Agung Suganda mengatakan pengembangan sektor peternakan tidak hanya berfokus pada kualitas fisik ternak.
"Bagi Kementan, pengembangan peternakan tidak berhenti pada bagaimana menghasilkan ternak dengan kualitas fisik yang baik," kata Agung sebagaimana dikonfirmasi di Jakarta, Senin (5/10/2026).
Agung menyampaikan peningkatan produktivitas harus berjalan beriringan dengan efisiensi usaha, kesehatan ternak, penguatan pasar, serta peningkatan nilai ekonomi bagi peternak.
Kementan Hibahkan Dua Sapi Berbobot Satu Ton
Kementan melalui Balai Inseminasi Buatan (BIB) Lembang memberikan hibah dua ekor sapi kepada APPSI dengan bobot masing-masing mencapai satu ton.
"Dukungan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap peternak yang terus berupaya meningkatkan kualitas dan produktivitas ternaknya," ujarnya.
Kementan juga menekankan pentingnya keterlibatan pemerintah dalam ekosistem peternakan, mulai dari penguatan kualitas ternak hingga peningkatan kesejahteraan peternak.
Pengembangan ternak berkualitas dilakukan melalui proses panjang yang mencakup pemilihan bibit, pengaturan reproduksi, penyediaan pakan, pemeliharaan kesehatan, dan perawatan ternak.
Ratusan Peternak Bawa Sapi Unggulan
Kontes Sapi APPSI Piala Presiden 2026 digelar di kawasan Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, dengan diikuti ratusan peserta dari berbagai daerah.
Para peserta membawa sapi unggulan yang merupakan hasil pemeliharaan dan pengembangan masing-masing peternak.
Ajang yang diselenggarakan APPSI tersebut juga mempertemukan peternak, komunitas, pelaku usaha, pemerintah, akademisi, serta pecinta sapi.
Kegiatan itu menjadi bagian dari upaya mendorong pengembangan kualitas genetik ternak sekaligus memperkuat ekosistem peternakan nasional.
- Penulis :
- Aditya Yohan




