
Pantau - Pendiri lembaga kajian Kontra Narasi Sandri Rumanama menilai keputusan Presiden Prabowo Subianto melantik Komjen Pol. Wahyu Hadiningrat sebagai Wakapolri untuk mendampingi Kapolri Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto merupakan pilihan yang tepat.
Sandri menilai pengalaman panjang Wahyu di tingkat kewilayahan hingga Markas Besar Polri dapat memberikan warna baru bagi kepemimpinan Korps Bhayangkara.
“Dua sosok jenderal yang memimpin Polri saat ini memiliki sisi soliditas dalam memimpin Polri dan bisa memberikan warna baru di Korps Bhayangkara,” kata Sandri dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (5/10/2026).
Pengalaman Wahyu Hadiningrat Dinilai Lengkap
Wahyu merupakan alumnus Akademi Kepolisian 1992 yang telah menduduki sejumlah jabatan strategis selama berkarier di Polri.
Ia pernah menjabat Kapolres Metro Jakarta Selatan periode 2012–2016 dan Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya pada 2016.
Wahyu kemudian dipercaya menjadi Wakil Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri pada 2017 sebelum menjabat Wakapolda Metro Jaya periode 2018–2020.
Pada 2020, Wahyu dipercaya menduduki posisi Wakabareskrim Polri dan setahun kemudian menjabat Asisten Kapolri Bidang Perencanaan Umum dan Anggaran.
Kariernya berlanjut sebagai Asisten Utama Kapolri Bidang Perencanaan Umum dan Anggaran sejak September 2024 hingga memperoleh pangkat jenderal polisi bintang tiga.
“Dengan pengalaman di bidang reserse, kewilayahan, hingga perencanaan dan anggaran, sangat tepat beliau mendampingi Kapolri dalam memimpin Korps Bhayangkara,” ujarnya.
Prabowo Lantik Kapolri dan Wakapolri Baru
Presiden Prabowo Subianto melantik Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri menggantikan Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026).
Pada kesempatan yang sama, Prabowo melantik Wahyu Hadiningrat sebagai Wakapolri menggantikan Jenderal Pol. Dedi Prasetyo.
Suyudi sebelumnya menjabat Kepala Badan Narkotika Nasional sebelum ditunjuk sebagai calon Kapolri dan memperoleh persetujuan DPR RI melalui rapat paripurna.
Sementara itu, Wahyu sebelumnya menduduki jabatan Astamarena Polri sebelum dipercaya menjadi orang nomor dua di Korps Bhayangkara.
Pergantian pimpinan Polri tersebut menjadi bagian dari perubahan sejumlah jabatan dalam pemerintahan.
Listyo Sigit Prabowo selanjutnya menjabat Kepala Staf Kepresidenan menggantikan Jenderal (Purn.) Dudung Abdurachman yang dilantik sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




