HOME  ⁄  Nasional

Dinkes DKI Targetkan Angka Obesitas Jakarta Turun Menjadi 27-28 Persen pada 2028

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Dinkes DKI Targetkan Angka Obesitas Jakarta Turun Menjadi 27-28 Persen pada 2028
Foto: (Sumber :Tangkapan layar - Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular dan Penyakit Tidak Menular, Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta, Arif Syaiful Haq seminar "Agent of Change: Gizi Tepat, Gerak Aktif, Kendalikan Berat dan Risiko Penyakit Tidak Menular", di Jakarta dan juga diadakan daring, Senin (5/10/2026). ANTARA/Lia Wanadriani Santosa.)

Pantau - Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta menargetkan angka obesitas di ibu kota turun menjadi 27-28 persen pada 2028 setelah prevalensinya tercatat mencapai 31,8 persen pada 2023.

“Obesitas nanti di 2028 (diharapkan) dapat turun. Jangan 30 persen lagi, mungkin di angka 28 atau 27 persen,” kata Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular dan Penyakit Tidak Menular Dinkes DKI Jakarta Arif Syaiful Haq dalam seminar “Agent of Change” di Jakarta, Senin (5/10/2026).

Berdasarkan hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, Arif menyebut satu dari tiga orang di Jakarta mengalami obesitas.

Hasil pemeriksaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) hingga triwulan II 2026 juga menemukan 612.548 dari 1.944.494 orang yang diskrining atau sekitar 31,5 persen mengalami obesitas.

Dinkes DKI Gencarkan Program Hidup Sehat

Dinkes DKI Jakarta menjalankan sejumlah program untuk menekan angka obesitas, salah satunya tantangan “Downgrade Ukuran Bajumu” yang telah memasuki tahun keempat.

“Mendowngrade ukuran baju kita yang sebenarnya adalah bonus, karena utamanya adalah bagaimana kita mencapai sehat,” kata Arif.

Pemprov DKI juga menjalankan program “Jakarta Berjaga” atau Bergerak, Bekerja, Berolahraga dan Bahagia untuk mendorong masyarakat meningkatkan aktivitas fisik.

Dalam program tersebut, peserta ditantang berjalan minimal 7.500 langkah setiap hari selama tiga pekan atau 21 hari berturut-turut.

Peserta juga diajak menerapkan pola makan sehat melalui konsep “Isi Piringku” serta melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit per hari atau 150 menit setiap minggu.

“Jakarta Berjaga sedang berjalan, nanti akan dilanjutkan dengan sesuatu yang sifatnya kampanye juga yang output-nya kita bergerak, beraktivitas agar hidup sehat,” kata dia.

Gaya Hidup Sedenter Jadi Faktor Risiko

Kementerian Kesehatan menyebut obesitas sebagai penyakit kronik yang ditandai peningkatan massa lemak secara berlebihan dan dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit tidak menular serta menurunkan usia harapan hidup.

Arif mengingatkan perilaku hidup sedenter atau kebiasaan banyak duduk dan kurang bergerak menjadi salah satu faktor risiko penyakit tidak menular, terutama obesitas.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026