
Pantau - Cikarang, 05-10-2026 — Bea Cukai Cikarang terus memperkuat sinergi dengan dunia usaha melalui kegiatan Customs Visit Customer (CVC) kepada pengguna jasa. Kali ini, kegiatan tersebut dilakukan kepada PT Hanes Supply Chain Indonesia (HSCI) dan PT Dawee Electronics Indonesia untuk memahami perkembangan usaha, kebutuhan operasional, serta tantangan yang dihadapi perusahaan dalam menjalankan kegiatan produksi dan ekspor.
Kegiatan CVC ke PT HSCI dilaksanakan di dua fasilitas perusahaan yang berada di Kawasan Industri Jababeka pada Rabu (23/09) dan Kawasan Industri Delta Silicon 8 pada Senin (14/09). Sementara itu, CVC ke PT Dawee Electronics Indonesia dilaksanakan pada Senin (21/09). Kedua kegiatan tersebut menjadi ruang dialog antara Bea Cukai Cikarang dan perusahaan terkait perkembangan usaha, kegiatan ekspor, layanan kepabeanan, serta berbagai kendala yang dihadapi dalam menjalankan kegiatan operasional.
PT HSCI merupakan perusahaan yang bergerak di bidang produksi pakaian dalam dan bagian dari HanesBrands Inc., perusahaan global yang berbasis di Amerika Serikat. Berdiri sejak 9 September 1998, PT HSCI berstatus sebagai penerima fasilitas Kawasan Berikat Mandiri (KBM) di bawah pengawasan Bea Cukai Cikarang. Perusahaan juga tercatat berada pada jalur pelayanan hijau.
Pemanfaatan fasilitas Kawasan Berikat memberikan manfaat fiskal sebesar Rp103,56 miliar pada 2024 dan meningkat menjadi Rp143,22 miliar pada 2025. Hingga Agustus 2026, manfaat fiskal yang diterima mencapai Rp77,04 miliar. Sementara itu, nilai ekspor PT HSCI meningkat dari Rp703,12 miliar pada 2024 menjadi Rp887,44 miliar pada 2025. Hingga Agustus 2026, nilai ekspor telah mencapai Rp553,68 miliar dengan rasio nilai ekspor terhadap impor sebesar 2,31 : 1.
Produk PT HSCI telah dipasarkan ke sejumlah negara, antara lain Amerika Serikat, Australia, Selandia Baru, Prancis, Italia, Afrika Selatan, Tailan, dan Malaysia. Perusahaan menjalankan proses bisnis secara terintegrasi, mulai dari riset sampel berdasarkan kebutuhan pelanggan, pengadaan bahan baku, produksi, hingga ekspor produk jadi. Kegiatan tersebut didukung oleh 2.196 tenaga kerja tetap yang tersebar di Plant Jababeka serta fasilitas logistik, pergudangan, dan pengendalian kualitas ekspor di Gudang Beda Hamparan DS8 Lippo Cikarang.
Adapun PT Dawee Electronics Indonesia merupakan perusahaan yang bergerak di bidang produksi Printed Circuit Board (PCB) dengan nilai investasi sekitar USD22 juta dan menyerap sekitar 195 tenaga kerja. Sekitar 70 persen produksinya diekspor ke Tailan, Vietnam, Myanmar, dan India. Dalam kunjungan tersebut, perusahaan menyampaikan rencana pengembangan produksi menuju komponen elektronik berteknologi tinggi untuk kebutuhan industri otomotif yang ditargetkan mulai direalisasikan pada tahun depan.
Selain perkembangan usaha, pembahasan dengan PT Dawee Electronics Indonesia mencakup tantangan biaya produksi dan rantai pasok serta implementasi layanan kepabeanan, termasuk aplikasi SSRM. Berdasarkan penyampaian perusahaan, penerapan SSRM telah berjalan efektif dan mendukung proses layanan dalam kegiatan operasional perusahaan.
Kepala Kantor Bea Cukai Cikarang, I Wayan Sapta Dharma, menyampaikan bahwa komunikasi langsung dengan pengguna jasa diperlukan untuk memahami proses bisnis sekaligus memberikan asistensi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Melalui Customs Visit Customer, kami ingin mendengar secara langsung perkembangan usaha, kebutuhan, serta tantangan yang dihadapi pengguna jasa. Masukan tersebut menjadi bahan penting bagi kami untuk terus melakukan evaluasi dan memberikan pelayanan yang semakin baik, responsif, serta sesuai dengan kebutuhan dunia usaha,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa sinergi antara Bea Cukai dan pelaku usaha perlu terus diperkuat untuk mendukung iklim usaha yang sehat dan berdaya saing. “Bea Cukai tidak hanya menjalankan fungsi pengawasan, tetapi juga hadir sebagai trade facilitator dan industrial assistance untuk mendukung kelancaran usaha, peningkatan ekspor, investasi, serta penyerapan tenaga kerja,” imbuhnya.
Melalui CVC dan asistensi tersebut, Bea Cukai Cikarang memperoleh masukan langsung dari pengguna jasa sekaligus dapat memahami kebutuhan dan tantangan industri secara lebih utuh. Komunikasi tersebut diharapkan mendukung pemanfaatan fasilitas kepabeanan secara optimal, kelancaran proses produksi dan ekspor, serta peningkatan daya saing perusahaan.
- Penulis :
- Aditya Yohan




