
Pantau - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyatakan talenta muda Indonesia siap menguji kemampuan dalam International Mathematics and Science Olympiad (IMSO) ke-23 Tahun 2026 dengan menghadapi beragam soal matematika dan sains berlevel tinggi.
Team Leader Indonesia untuk IMSO-23, Muchammad Fachri, mengatakan peserta yang mengikuti ajang tersebut merupakan murid-murid berprestasi, termasuk peraih medali emas Olimpiade Sains Nasional (OSN).
Proses seleksi calon peserta IMSO-23 dilaksanakan melalui tiga tahap yang terdiri atas dua seleksi secara daring dan satu seleksi secara luring.
Dari rangkaian seleksi tersebut terpilih sekitar 30 peserta yang kemudian ditambah dengan para peraih medali emas OSN.
Secara keseluruhan, tim pembinaan Indonesia untuk IMSO-23 berjumlah 63 peserta dengan rincian 32 peserta bidang matematika dan 31 peserta bidang sains.
Peserta Hadapi Soal Sulit hingga Tantangan Bahasa Inggris
Fachri menjelaskan tantangan yang dihadapi peserta tidak hanya berkaitan dengan penguasaan materi matematika dan sains.
Materi yang digunakan dalam olimpiade memiliki tingkat kesulitan lebih tinggi dibandingkan materi yang biasa dipelajari peserta di sekolah.
Para peserta juga dituntut mampu memahami sekaligus menjawab soal-soal dalam bahasa Inggris.
Selain menghadapi tantangan akademik, peserta harus menjalani karantina selama lebih dari satu minggu dan berada jauh dari orang tua.
Di tengah berbagai tantangan tersebut, Fachri menilai semangat belajar peserta menjadi hal yang membanggakan karena mereka menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengerjakan soal latihan.
“Harapan saya dan tim Indonesia adalah peserta dapat meraih prestasi terbaik di IMSO-23. Dari seluruh proses yang sudah dilakukan, mulai dari tahap seleksi hingga karantina, kami berharap dapat meraih medali emas, baik di bidang sains maupun matematika. Mudah-mudahan juga ada peserta yang mendapatkan best overall, best theory, best exploration, atau best experiment. Kami juga berharap IMSO-23 menjadi salah satu ajang terbaik yang menghasilkan juara-juara dari tim Indonesia,” ujar Fachri.
Kaindra dan Aiden Bawa Prestasi OSN ke IMSO-23
Salah satu peserta Indonesia adalah Kaindra, murid kelas 6 SDIT Bina Bangsa Sejahtera Kota Bogor yang mengikuti kompetisi bidang sains.
Kaindra menjalani latihan soal secara intensif melalui program pembinaan daring maupun luring dengan dukungan dari orang tuanya.
Sebelum mengikuti IMSO-23, Kaindra berhasil meraih medali emas Olimpiade Sains Nasional bidang sains jenjang SD.
Pengalaman mengikuti OSN membantu Kaindra membangun kebiasaan belajar secara disiplin dan teratur.
“Dicobain dulu belajar sains atau ikut kompetisinya. Kalau lumayan suka, coba ikutin,” katanya.
Peserta lainnya adalah Aiden Gracio, murid kelas 6 SD Witama Nasional Plus Srikandi Pekanbaru yang mengikuti IMSO-23 pada bidang matematika.
Aiden harus melewati tiga tahap seleksi dari daring hingga luring yang dilengkapi dengan berbagai latihan dan simulasi.
Sebelumnya, Aiden berhasil meraih medali emas sekaligus best overall OSN bidang matematika jenjang SD.
Ketika menghadapi soal sulit, Aiden terlebih dahulu mengerjakan soal bertipe serupa dengan tingkat kesulitan lebih rendah untuk memahami ide dan konsep penyelesaiannya.
Setelah memahami konsep tersebut, Aiden mengembangkan pemahamannya untuk mengerjakan soal dengan tingkat kesulitan lebih tinggi.
“Jangan takut untuk mencoba. Yang penting, kamu dapat penambahan ilmu. Jangan takut hasilnya, tapi cobalah mengikuti saja dulu biar kita dapat banyak ilmu pengetahuan,” kata Aiden.
- Penulis :
- Arian Mesa




