HOME  ⁄  Nasional

Kepala BRIN Arif Satria Tantang Peneliti Sederhanakan Bahasa Riset agar Mudah Dipahami Publik

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Kepala BRIN Arif Satria Tantang Peneliti Sederhanakan Bahasa Riset agar Mudah Dipahami Publik
Foto: Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria (sumber: BRIN)

Pantau - Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria menantang para peneliti di Indonesia untuk mampu menyederhanakan bahasa riset agar hasil penelitian lebih mudah dipahami masyarakat luas.

Arif menegaskan kemampuan mengomunikasikan hasil penelitian kepada masyarakat menjadi bagian penting dalam meningkatkan literasi publik di tengah beragamnya latar belakang keilmuan masyarakat.

"Publik tidak bisa berada dalam satu bahasa dengan kita," kata Arif.

Menurut Arif, peneliti masih dapat menggunakan istilah ilmiah dan bahasa dengan tingkat abstraksi tinggi ketika berada dalam forum ilmiah yang diikuti kalangan dengan bidang keahlian serupa.

Namun, pendekatan komunikasi tersebut harus berubah ketika peneliti menyampaikan hasil riset kepada masyarakat melalui ruang publik.

Peneliti Ditantang Jelaskan Riset Secara Ringkas

Arif mengatakan peneliti perlu menyesuaikan kosakata, tingkat abstraksi, serta bahasa ketika berkomunikasi dengan masyarakat agar informasi dapat diterima dengan lebih mudah.

"Begitu kita masuk dalam dunia populer, kemampuan kita harus menurunkan kosakata, menurunkan abstraksi, menurunkan bahasa-bahasa yang tinggi sehingga mudah dipahami oleh masyarakat," ujarnya.

Menurut Arif, kemampuan menyederhanakan hasil penelitian juga dapat menunjukkan sejauh mana seorang peneliti menguasai bidang ilmu yang ditekuninya.

Ia memberikan contoh dengan menantang seorang lulusan doktoral untuk menjelaskan substansi disertasinya hanya dalam waktu satu menit.

Dalam waktu singkat tersebut, peneliti dituntut menentukan bagian paling penting dari penelitian dan menyampaikannya secara ringkas tanpa menghilangkan substansi utama.

Kemampuan tersebut dinilai semakin penting dalam komunikasi publik karena masyarakat membutuhkan pesan yang singkat, padat, jelas, dan mudah dipahami.

Peneliti Perlu Efektif Berkomunikasi dengan Pengambil Kebijakan

Selain kepada masyarakat, Arif menekankan pentingnya kemampuan peneliti menyampaikan hasil riset dan inovasi kepada para pengambil kebijakan.

Arif mencontohkan pengalamannya ketika mengajak sejumlah peneliti bertemu Presiden dan meminta mereka menyampaikan substansi inovasi secara singkat agar pesan utama segera dipahami.

Menurut Arif, latihan komunikasi semacam itu diperlukan agar peneliti terbiasa menyampaikan pesan secara efektif dalam berbagai kondisi dan kepada berbagai kalangan.

Kemampuan menyederhanakan komunikasi ilmiah juga semakin relevan seiring perkembangan media sosial yang menuntut informasi disampaikan secara ringkas, jelas, dan mudah dipahami masyarakat.

Penulis :
Leon Weldrick
FLOII 2026