HOME  ⁄  Nasional

Kebakaran Rumput Picu Asap Tebal, Bandara Sam Ratulangi Manado Tutup Sementara Operasional Penerbangan

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Kebakaran Rumput Picu Asap Tebal, Bandara Sam Ratulangi Manado Tutup Sementara Operasional Penerbangan
Foto: Bandara Sam Ratulangi (sumber: ANTARA/Nancy Tigauw)

Pantau - PT Angkasa Pura Indonesia menutup sementara operasional penerbangan Bandara Sam Ratulangi (Samrat) Manado, Sulawesi Utara, pada Selasa, 6 Oktober, setelah kebakaran rumput di sekitar runway 18 menimbulkan asap tebal dan mengganggu jarak pandang.

General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Sam Ratulangi Manado Radityo Ari Purwoko mengatakan penutupan dilakukan sebagai langkah mitigasi untuk menjaga keselamatan penerbangan.

“Kebakaran rumput yang terjadi di sekitaran runway 18 Bandara Samrat membuat kami harus menutup operasional untuk sementara waktu,” ungkap Radityo.

Asap tebal akibat kebakaran berdampak terhadap jarak pandang atau visibility di sekitar landasan pacu sehingga pengelola bandara harus melakukan penyesuaian operasional.

Penerbangan Delay hingga Dialihkan ke Gorontalo

Kebakaran dan berkurangnya jarak pandang menyebabkan sejumlah penerbangan mengalami penundaan atau delay, pengalihan atau divert, hingga holding.

Penerbangan Lion Air JT 749 rute Manado-Surabaya tercatat mengalami delay, sementara Wings Air IW 1174 rute Manado-Ternate turut terdampak kondisi operasional tersebut.

Sejumlah penerbangan juga harus melakukan holding karena jarak pandang di sekitar Bandara Sam Ratulangi belum memenuhi kondisi operasional normal.

Penerbangan Garuda Indonesia GA 600 rute Jakarta-Manado dialihkan atau divert ke Gorontalo.

Penerbangan TransNusa TNU 273 rute Sorong-Manado juga dialihkan ke Gorontalo akibat kondisi di Bandara Sam Ratulangi.

Sebagai langkah mitigasi, operasional penerbangan Bandara Sam Ratulangi ditutup sementara hingga pukul 17.00 WITA.

Durasi penutupan dapat berubah setelah pengelola bandara melakukan evaluasi terhadap perkembangan api, ketebalan asap, dan jarak pandang di sekitar runway.

“Keselamatan dan keamanan penerbangan merupakan prioritas utama kami,” tegas Radityo.

ARFF hingga Damkar Manado Dikerahkan

Pengelola Bandara Sam Ratulangi bersama seluruh unsur terkait terus melakukan pemadaman dan pendinginan di lokasi kebakaran.

Penanganan melibatkan petugas Aircraft Rescue and Fire Fighting (ARFF), Lanud, serta Pemadam Kebakaran Kota Manado.

“Kami bersama seluruh unsur terkait, termasuk petugas ARFF, Lanud, dan Pemadam Kebakaran Kota Manado, terus melakukan upaya pemadaman, pendinginan, serta memastikan area terdampak benar-benar aman,” ujar Radityo.

Selain memadamkan api dan melakukan pendinginan, petugas memastikan area terdampak kebakaran benar-benar aman sebelum operasional penerbangan kembali dilakukan.

Pihak bandara juga terus berkoordinasi dengan maskapai penerbangan, AirNav Indonesia, serta seluruh pemangku kepentingan untuk meminimalkan dampak terhadap operasional dan pelayanan penumpang.

Bandara Minta Penumpang Bersabar

Pengelola bandara mengakui penutupan sementara serta penyesuaian jadwal penerbangan dapat menimbulkan ketidaknyamanan bagi para penumpang.

“Kami memahami bahwa kondisi ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan bagi para penumpang, khususnya akibat adanya penundaan maupun pengalihan penerbangan. Kami memohon pengertian dan kesabaran seluruh pengguna jasa. Setiap perkembangan terkait operasional penerbangan akan kami sampaikan secara berkala berdasarkan hasil evaluasi kondisi di lapangan,” ungkap Radityo.

PT Angkasa Pura Indonesia memastikan setiap perkembangan operasional penerbangan akan disampaikan secara berkala berdasarkan hasil evaluasi terbaru di lapangan.

Keselamatan dan keamanan penerbangan, penumpang, awak pesawat, serta seluruh pengguna jasa Bandara Sam Ratulangi tetap menjadi pertimbangan utama dalam setiap keputusan operasional.

Penulis :
Arian Mesa
FLOII 2026