HOME  ⁄  Nasional

CKG Menjadi Bantalan Perlindungan Kesehatan di Tengah Fenomena Penurunan Gaya Hidup

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

CKG Menjadi Bantalan Perlindungan Kesehatan di Tengah Fenomena Penurunan Gaya Hidup
Foto: (Sumber :Petugas kesehatan memeriksa kondisi gigi siswa saat Cek Kesehatan Gratis (CKG) di SDN 4 Getas Pejaten, Kudus, Jawa Tengah, Kamis (24/9/2026). Kementerian Kesehatan mendorong penguatan upaya promotif dan preventif untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut anak sejak dini, mengingat 41 persen anak sekolah yang diperiksa melalui Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) mengalami karies atau gigi berlubang. ANTARA FOTO/Nirza/app/wsj.)

Pantau - Health Collaborative Center (HCC) menilai program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang diinisiasi pemerintah dapat menjadi bantalan perlindungan kesehatan bagi masyarakat yang tengah menyesuaikan anggaran di tengah fenomena penurunan gaya hidup.

Praktisi Kesehatan Masyarakat HCC dr. Ray Wagiu Basrowi mengatakan CKG menjadi solusi agar masyarakat tetap memperoleh layanan deteksi dini penyakit tanpa menambah beban pengeluaran rumah tangga.

"Kalau biaya menjadi alasan untuk menunda pemeriksaan, manfaatkan CKG. Sudah gratis, sayang sekali jika tidak digunakan. Datanglah sebelum sakit, bukan setelah penyakit menimbulkan komplikasi," kata Ray dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).

CKG Jadi Pintu Masuk Deteksi Dini Penyakit

Ray menilai layanan CKG memiliki peran penting untuk mendeteksi berbagai faktor risiko penyakit tidak menular yang kerap berkembang tanpa menunjukkan gejala klinis.

Penyakit seperti tekanan darah tinggi, diabetes, anemia, hingga gangguan fungsi organ dapat tidak disadari oleh masyarakat yang merasa tubuhnya tetap bugar dan mampu beraktivitas secara normal.

Melalui pemeriksaan gratis tersebut, masyarakat dapat mengetahui profil risiko kesehatannya sejak dini tanpa harus mengurangi alokasi anggaran untuk kebutuhan pokok lainnya.

Ray menekankan perlindungan kesehatan tetap perlu diprioritaskan meskipun masyarakat melakukan penyesuaian terhadap pengeluaran sehari-hari.

Studi HCC Ungkap Tren Swadiagnosis Anak Muda

HCC menemukan hampir 60 persen anak muda berusia di bawah 40 tahun memilih melakukan swadiagnosis terlebih dahulu ketika mengalami keluhan kesehatan dan tidak langsung berkonsultasi dengan dokter atau fasilitas kesehatan.

Penelitian tersebut dilakukan pada Maret hingga Mei 2026 menggunakan pendekatan mixed-method dengan melibatkan 448 responden urban dari Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Semarang, dan Yogyakarta.

HCC menemukan mesin pencari berbasis kecerdasan buatan atau AI menjadi sumber utama untuk swadiagnosis, disusul situs kesehatan dan berbagai konten digital lainnya.

Keluhan yang paling sering dicari berkaitan dengan gangguan pernapasan dan kardiovaskular, pencernaan, hingga masalah psikologis.

Studi tersebut juga menemukan 36 persen responden langsung melakukan swamedikasi atau mengobati diri sendiri tanpa mendatangi dokter.

Sebanyak 27 persen responden disebut mengabaikan resep dokter karena dinilai bertentangan dengan informasi yang ditemukan di internet.

"Silakan downgrade gengsi, hiburan, atau barang yang tidak mendesak. Tetapi jangan ikut menurunkan perlindungan terhadap kesehatan. Manfaatkan CKG, kenali risiko sejak dini, dan jangan menunggu tubuh mengirimkan tagihan dalam bentuk penyakit," kata Ray.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026