HOME  ⁄  Nasional

Pemprov DKI Bangun Embung Pondok Labu Senilai Rp63,87 Miliar, Ditargetkan Rampung Desember 2026

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Pemprov DKI Bangun Embung Pondok Labu Senilai Rp63,87 Miliar, Ditargetkan Rampung Desember 2026
Foto: (Sumber :Pembangunan Embung Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan yang ditargetkan rampung pada Desember 2026, Jakarta, Senin (5/10/2026). ANTARA/Luthfia Miranda Putri.)

Pantau - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membangun Embung Pondok Labu atau Waduk Bango di Cilandak, Jakarta Selatan, dengan anggaran sebesar Rp63,87 miliar ditambah Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

Pembangunan embung di lahan seluas sekitar 13.266 meter persegi tersebut telah mencapai 30,264 persen dan ditargetkan rampung pada Desember 2026.

"Anggaran pembangunan Embung Pondok Labu sebesar Rp63.874.487.924,681 ditambah PPN," kata Ketua Subkelompok Drainase Bidang Pengendalian Banjir dan Drainase Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi DKI Jakarta Puryanto Palebangan saat dihubungi di Jakarta, Rabu, 7 Oktober 2026.

Pembangunan Waduk Bango Masih Berlangsung

Suku Dinas SDA Jakarta Selatan memastikan Waduk Bango masih dalam tahap pembangunan menyusul informasi yang menyebut waduk tersebut jebol setelah hujan mengguyur kawasan sekitar.

"Waduk Bango, sepertinya lagi ada pekerjaan dinas. Iya (lagi revitalisasi), memang lagi ada pembangunan waduknya," kata Kepala Seksi Pemeliharaan Sudin SDA Jakarta Selatan Junjung Paulus.

Junjung menegaskan pekerjaan pembangunan waduk tersebut masih berlangsung.

Proyek Embung Pondok Labu ditargetkan selesai pada Desember 2026 setelah progres pembangunan mencapai sekitar 30 persen.

Warga Sempat Keluhkan Genangan

Informasi mengenai kondisi Waduk Bango muncul setelah sejumlah permukiman di Jalan Bango 4 tergenang saat hujan pada Rabu, 30 September 2026.

Warga RT 9 bernama Oji mengatakan genangan melanda sedikitnya empat wilayah RT, yakni RT 9, RT 10, RT 11, dan RT 14.

Ketinggian genangan disebut mencapai sekitar 60 sentimeter atau setinggi lutut orang dewasa.

Menurut Oji, warga menduga genangan berkaitan dengan masuknya air kali melalui sodetan di bawah jembatan serta sistem pompa yang belum bekerja maksimal selama proses pembangunan.

Oji berharap pengelola proyek memberikan penjelasan mengenai prosedur operasional selama pembangunan agar pekerjaan tetap berjalan tanpa berdampak terhadap permukiman warga.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026