
Pantau - Ketua Umum PP PBSI Fadil Imran menegaskan raihan enam medali bulu tangkis Indonesia pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026 merupakan hasil kerja seluruh elemen tim, mulai dari atlet, pelatih hingga tenaga pendukung yang bekerja di balik layar.
Indonesia membawa pulang dua medali emas, satu perak, dan tiga perunggu dari cabang bulu tangkis pada Asian Games 2026.
“Hari ini saya tidak bicara tentang enam medali, tapi bicara tentang orang-orang di balik enam medali itu,” kata Fadil dalam Tasyakuran Pencapaian Tim Bulu Tangkis Indonesia pada Asian Games 2026 di Pelatnas PP PBSI Cipayung, Jakarta, Rabu (7/10/2026).
PBSI Apresiasi Tim di Balik Prestasi Atlet
Fadil mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja panjang yang melibatkan pelatih teknik dan fisik, tim performa dan sport science, tenaga medis, psikolog, ahli nutrisi, fisioterapis, hingga tim analisis data dan video.
Para pelatih bertugas merancang strategi dan menempa kondisi fisik atlet, sedangkan tim pendukung memastikan pemain berada dalam kondisi terbaik selama latihan hingga pertandingan.
Fadil juga memberikan apresiasi kepada staf, karyawan, dan pengurus PP PBSI, termasuk tim administrasi, pengelola lapangan, konsumsi, serta operasional harian Pelatnas.
“Jangan lupakan mereka. Kepada para atlet dan peraih emas, karena mereka yang setiap hari datang dan mempersiapkan semuanya untuk kalian,” ujar Fadil.
“Nama mereka tidak muncul di papan skor, tidak muncul di televisi dan tidak berdiri di podium. Tetapi medali yang kalian dapat menyimpan keringat mereka,” ujarnya menambahkan.
Indonesia Raih Dua Emas, Satu Perak, dan Tiga Perunggu
Bulu tangkis menjadi salah satu cabang penyumbang medali terbesar bagi Indonesia pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Dua medali emas dipersembahkan tim beregu putra serta pasangan ganda putra Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin.
Medali perak diraih pasangan ganda campuran Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah.
Sementara tiga medali perunggu masing-masing diperoleh tim beregu putri, tunggal putra Alwi Farhan, serta ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri.
Fadil mengatakan pencapaian tersebut menjadi bagian dari upaya PBSI membangun sistem pembinaan yang tidak hanya bertumpu pada kemampuan individu atlet.
Menurut dia, bulu tangkis merupakan aset bangsa yang harus dikelola melalui kerja bersama dan sistem pembinaan berkelanjutan.
“Terima kasih kepada teman-teman yang sudah berdedikasi untuk para atlet,” kata Fadil.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




