HOME  ⁄  Nasional

DPR Uji 15 Calon Dewas RRI, Transformasi Digital hingga Penurunan Audiens Jadi Sorotan

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

DPR Uji 15 Calon Dewas RRI, Transformasi Digital hingga Penurunan Audiens Jadi Sorotan
Foto: (Sumber :Komisi VII DPR RI melakukan uji kelayakan dan kepatutan terhadap calon Dewas RRI di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu (7/10/2026). (ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi).)

Pantau - Komisi VII DPR RI menguji 15 calon Dewan Pengawas Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) dengan mendalami transformasi digital, kecerdasan buatan, inovasi, hingga pembenahan internal lembaga di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu (7/10/2026).

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Evita Nursanty mengatakan sejumlah persoalan tersebut menjadi perhatian dalam pelaksanaan uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test calon Dewas RRI.

"Berbagai isu yang menjadi perhatian mulai dari upaya transformasi digital, kecerdasan buatan, penguatan inovasi, hingga pembenahan lembaga," kata Evita.

DPR Soroti Audiens RRI yang Terus Menurun

Evita menilai salah satu persoalan fundamental RRI adalah jumlah audiens yang terus menurun dengan profil pendengar yang semakin menua.

Generasi muda dinilai lebih banyak beralih ke media sosial, YouTube, TikTok, dan berbagai platform digital lainnya.

"Tidak hanya sekadar memindahkan konten radio ke platform digital, itu sudah dikatakan digitalisasi gitu. Tetapi benar-benar bisa menjadi media publik yang relevan, dipercaya dan kembali kita pernah di era yang lama," kata Evita.

Menurut Evita, RRI memiliki mandat pelayanan publik yang harus menjamin independensi, netralitas, serta pemerataan informasi hingga wilayah terdepan, tertinggal, dan terluar (3T).

Di sisi lain, RRI menghadapi keterbatasan anggaran sekaligus tuntutan meningkatkan efisiensi dan menemukan sumber pendanaan baru.

Para calon Dewas diminta merancang pengawasan yang mampu menjaga independensi dan kualitas editorial, meningkatkan kinerja direksi, serta mendorong optimalisasi aset.

"Juga teknologi dan sumber pendanaan baru tanpa harus mengorbankan value daripada value publik daripada RRI itu sendiri," tambahnya.

Calon Dewas Diminta Cari Kelemahan Mendasar RRI

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Rahayu Saraswati meminta calon Dewas, terutama mereka yang pernah berkarier di RRI, mengidentifikasi kelemahan mendasar yang selama ini sulit dibenahi.

"Calon dewan pengawas ini harus bisa mengawasi tapi dengan cara yang tentunya bisa didiskusikan dan dikomunikasikan dengan baik," kata Saraswati.

Menurut Saraswati, Dewas juga perlu merumuskan indikator keberhasilan RRI yang berbeda dengan perusahaan media swasta.

RRI dibiayai publik tetapi pada saat yang sama harus menghadapi persaingan dengan media komersial, platform digital, podcast, dan media sosial.

Sebanyak 15 calon yang mengikuti uji kelayakan berasal dari beragam latar belakang, mulai dari pejabat internal RRI, praktisi media, akademisi, konsultan, hingga mantan dan anggota Komisi Penyiaran Indonesia.

Calon tersebut meliputi Muhamad Sujai, Soleman Yusuf, Yonas Markus Tuhuleruw, Atik Hindari, Azimah, Bara Ilyasa, Heru Hendratmoko, Machroni Kusuma, Margaretta Fajar Kurnia Putri, dan Pamungkas Trishadiatmoko.

Nama lainnya adalah Syukron Jamal, Widiarsi Agustina, I Made Sunarsa, Irawati Tjipto Priyanti, serta Mohamad Reza.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026