
Pantau - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), mendorong peningkatan populasi ternak melalui kontes sapi eksotik se-Pulau Lombok yang dijadwalkan berlangsung pada 24-25 Oktober 2026.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Tengah Zaenal Arifin mengatakan kontes tersebut digelar untuk meningkatkan ketertarikan masyarakat memelihara sapi eksotik.
"Tujuan kontes ini untuk menarik minat masyarakat agar mau memelihara sapi eksotik, sehingga populasi ternak di Lombok Tengah terus meningkat," kata Zaenal di Lombok Tengah, Rabu (7/10/2026).
Berdasarkan data sementara, populasi sapi di Lombok Tengah hingga September 2026 mencapai sekitar 175 ribu ekor yang dipelihara secara mandiri maupun berkelompok.
Sapi Eksotik Dinilai Punya Nilai Jual Lebih Tinggi
Pemkab Lombok Tengah berharap kontes tersebut meningkatkan minat masyarakat mengembangkan sapi eksotik karena memiliki nilai jual lebih tinggi dibandingkan sapi Bali atau jenis sapi biasa.
"Sapi eksotik ini merupakan bibit unggul yang dibeli dan memiliki genetik yang bagus, sementara sapi Bali genetik nya sudah lama," katanya.
Zaenal mengatakan keunggulan sapi eksotik antara lain terletak pada bobot tubuh yang lebih besar dan nilai daging yang lebih tinggi.
Pengembangan sapi tersebut diharapkan turut memberikan dampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya peternak.
Kontes Digelar di Pasar Hewan Barebali
Zaenal mengatakan pengembangan sapi eksotik juga diperlukan untuk mendukung upaya menjaga swasembada daging.
"Untuk menjaga swasembada daging tidak bisa bergantung pada jenis sapi Bali, sehingga sapi eksotik ini harus mulai dikembangkan di Lombok Tengah," katanya.
Pendaftaran kontes dibuka untuk masyarakat umum dari seluruh Pulau Lombok.
Kontes sapi eksotik tersebut akan dipusatkan di Pasar Hewan Barebali, Kabupaten Lombok Tengah, pada 24-25 Oktober 2026.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




