
Pantau - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menegaskan guru yang menjadi pelaku pelecehan terhadap siswa di SMK Negeri 27 Jakarta telah diberhentikan dan tidak akan diberikan kesempatan lagi menjadi tenaga pendidik di Jakarta.
Pramono mengatakan dirinya telah meminta agar sanksi terhadap guru tersebut diberikan secara tegas dan maksimal.
"Saya sudah meminta untuk diberikan sanksi sekeras-kerasnya, setegas-tegasnya, dan tidak diberikan kesempatan kepada yang bersangkutan menjadi pendidik," kata Pramono di Balai Kota, Jakarta, Rabu.
Pramono menilai tindakan guru tersebut telah mencoreng marwah tenaga pendidik dan mencederai kepercayaan publik.
"Karena apa yang dilakukan sudah betul-betul mencederai kepercayaan publik selama ini kepada yang bersangkutan, yang sudah menjadi pendidik. Jadi, enggak bisa lagi menjadi pendidik di Jakarta," tegas Pramono.
Pemprov DKI Tegaskan Tak Toleransi Pelecehan
Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Sosial Chico Hakim menyampaikan guru tersebut telah dibebastugaskan dari sekolah.
"Yang bersangkutan sudah dibebastugaskan dari sekolah tersebut," kata Chico.
Chico menegaskan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak menoleransi perilaku kekerasan maupun pelecehan dalam bentuk apa pun.
Sikap tersebut terutama berlaku terhadap tindakan kekerasan dan pelecehan yang terjadi di lingkungan sekolah.
Dugaan Kekerasan Mencuat di Media Sosial
Sebelumnya, seorang guru di SMKN 27 Jakarta diduga melakukan tindakan kekerasan dan pelecehan terhadap sejumlah siswa.
Dugaan tersebut mencuat ke publik setelah seorang warganet mengunggah pengakuannya melalui media sosial Threads.
Warganet dengan akun @nrfsyahab mengaku pernah menjadi siswa SMP yang dididik oleh guru tersebut.
Dalam unggahannya, pemilik akun menyebut guru yang bersangkutan merupakan guru seni budaya dan kerap memberikan hukuman fisik kepada siswa yang tidak menghafal materi pelajaran.
Materi yang disebut dalam unggahan tersebut antara lain berkaitan dengan suling dan pianika.
Pemilik akun juga mengaku pernah mendapatkan hukuman berupa cubitan hingga menimbulkan lebam.
"Setiap ada hafalan suling/pianika yang enggak hafal pokoknya kena cubitannya dia yang sampai keungu-unguan," tulis akun tersebut.
Menurut pengakuan warganet itu, tindakan tersebut dilakukan terhadap siswa laki-laki maupun perempuan.
- Penulis :
- Leon Weldrick




