
Pantau - Museum Negeri Nusa Tenggara Barat (NTB) menyiapkan Museum Sade di Desa Rembitan, Kabupaten Lombok Tengah, sebagai destinasi wisata budaya untuk melengkapi penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026 yang berlangsung pada 9–11 Oktober 2026.
Museum sementara yang berlokasi di Kampung Adat Sade tersebut menghadirkan sejarah, tradisi, dan perjalanan masyarakat Sade, termasuk upaya bangkit setelah kebakaran yang melanda kawasan itu pada Agustus 2026.
Kepala Museum NTB Ahmad Nuralam mengatakan pihaknya sedang melakukan penataan ruang pamer agar museum dapat dikunjungi wisatawan selama berlangsungnya ajang balap motor internasional tersebut.
"Penataan museum tersebut disiapkan untuk disajikan bersamaan dengan ajang MotoGP Mandalika yang berlangsung pada 9 hingga 11 Oktober 2026," ujar Nuralam di Mataram, Kamis (8/10/2026).
Museum Sade Jadi Pelengkap Wisata MotoGP Mandalika
Nuralam menjelaskan kehadiran Museum Sade merupakan bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan budaya Lombok kepada wisatawan yang datang untuk menyaksikan MotoGP.
Menurutnya, kawasan Mandalika tidak hanya memiliki daya tarik sebagai destinasi wisata olahraga, tetapi juga menawarkan pengalaman wisata sejarah dan budaya.
Museum sementara tersebut diharapkan menjadi ruang pertemuan antara sejarah, kebudayaan, dan kehidupan masyarakat Kampung Adat Sade dengan pengunjung dari berbagai daerah.
"Kami berharap masyarakat yang datang ke pergelaran MotoGP juga bisa menyaksikan sejarah Sade melalui museum sekaligus bernostalgia," kata Nuralam.
Kampung Adat Sade berada sekitar sembilan kilometer dari Sirkuit Mandalika sehingga menjadi salah satu destinasi budaya yang dapat dikunjungi wisatawan selama penyelenggaraan MotoGP.
Kampung tersebut dikenal sebagai salah satu permukiman adat tertua di Pulau Lombok yang telah ada sejak abad ke-16 dan diwariskan selama 15 generasi.
Museum Sade Hadirkan Lima Tema Sejarah dan Identitas Budaya
Museum Sade mengusung tema utama Jejak Kehidupan dan Identitas Sade yang dibagi menjadi lima subtema pameran.
Kelima subtema tersebut dirancang untuk memperkenalkan perjalanan sejarah, kehidupan masyarakat, hingga proses kebangkitan Kampung Adat Sade setelah mengalami kebakaran.
Adapun lima subtema yang ditampilkan dalam Museum Sade meliputi:
Jejak Sade, yang memperkenalkan sejarah dan peninggalan leluhur masyarakat Sade.
Ruang Hidup dan Budaya Sade, yang menggambarkan kehidupan serta tradisi masyarakat setempat.
Sade Mendunia, yang mengangkat perjalanan Kampung Adat Sade hingga dikenal wisatawan mancanegara.
Ketika Api Mengubah Sade, yang mengisahkan peristiwa kebakaran yang melanda kampung adat tersebut.
Sade Bangkit dan Menyongsong Kejayaan, yang menggambarkan semangat masyarakat dalam memulihkan kehidupan dan melestarikan budaya.
Kurator Tata Pamer Museum Sade Bunyamin mengatakan konsep pameran tersebut tidak hanya memperkenalkan sejarah, tetapi juga menampilkan identitas masyarakat yang tetap bertahan meskipun sebagian warisan fisik mengalami kerusakan.
“Kami ingin memberikan informasi kepada masyarakat, khususnya di luar Sade, tentang bagaimana kehidupan dan jejak identitasnya. Kami ketahui bersama bahwa Sade beberapa bulan lalu terbakar. Walaupun warisan benda budayanya hilang, identitasnya tetap hidup di masyarakat,” ucap Bunyamin.
Kebakaran Agustus 2026 Rusak Puluhan Bangunan Adat Sade
Kampung Adat Sade sebelumnya mengalami kebakaran pada 22 Agustus 2026 sekitar pukul 22.00 WITA.
Peristiwa tersebut mengakibatkan kerusakan pada sejumlah bangunan adat dan fasilitas masyarakat.
Berdasarkan laporan sebelumnya, bangunan yang terdampak kebakaran meliputi 75 rumah adat, delapan berugak atau gazebo, enam sekenam, satu masjid, dua toilet, serta 69 toko kerajinan atau artshop.
Kebakaran tersebut menyebabkan sebagian bangunan dan benda budaya yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Sade mengalami kerusakan.
Meski demikian, Bunyamin menegaskan bahwa identitas budaya masyarakat tidak hanya melekat pada bangunan maupun benda peninggalan.
Menurutnya, nilai gotong royong, tradisi, serta keterampilan masyarakat seperti menenun tetap menjadi bagian penting dari kehidupan warga Sade.
"Ini tentu menjadi kenangan bagi mereka dan juga menjadi semacam obat, karena mereka punya kenangan pada masa lalu sampai sebelum terbakar," pungkas Bunyamin.
Dinas Kebudayaan NTB Dukung Pengembangan Wisata Sejarah
Kepala Dinas Kebudayaan NTB Muhamad Ihwan mengapresiasi penataan Museum Sade yang disiapkan menjelang penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026.
Ia menilai kehadiran museum tersebut menjadi momentum untuk mengembangkan pariwisata berbasis sejarah dan budaya di Nusa Tenggara Barat.
Melalui Museum Sade, wisatawan diharapkan tidak hanya menikmati perlombaan MotoGP, tetapi juga memperoleh pengetahuan mengenai kehidupan masyarakat adat Lombok.
Penataan museum sementara tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kembali sejarah Kampung Adat Sade setelah kebakaran yang terjadi pada Agustus 2026.
- Penulis :
- Aditya Yohan




