HOME  ⁄  Nasional

Korsleting Listrik Diduga Picu Kebakaran 36 Rumah dan Lapak di Penjaringan Jakarta Utara, Kerugian Capai Rp1 Miliar

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Korsleting Listrik Diduga Picu Kebakaran 36 Rumah dan Lapak di Penjaringan Jakarta Utara, Kerugian Capai Rp1 Miliar
Foto: (Sumber :Petugas Gulkarmat berupaya memadamkan api yang menghanguskan puluhan rumah di Jalan Kapuk Muara III, Kelurahan Kapuk Muara, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara pada Kamis pagi (8/10/2026).)

Pantau - Kebakaran besar menghanguskan 36 rumah dan lapak warga di kawasan permukiman padat Jalan Kapuk Muara III, Kelurahan Kapuk Muara, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, Kamis (8/10/2026) pagi, dengan kerugian materiil ditaksir mencapai Rp1 miliar.

Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Utara menduga kebakaran tersebut dipicu hubungan arus pendek atau korsleting listrik.

Kepala Seksi Operasi (Kasiops) Gulkarmat Jakarta Utara, Gatot Sulaeman, mengatakan api menghanguskan sejumlah bangunan rumah dan lapak warga yang berada di kawasan permukiman padat penduduk.

"Dugaan penyebab kebakaran adalah korsleting listrik," kata Gatot di Jakarta, Kamis (8/10/2026).

Petugas pemadam kebakaran mengerahkan 115 personel dan 23 unit mobil pemadam untuk mengendalikan kobaran api yang meluas ke sejumlah bangunan.

Kronologi Kebakaran di Kapuk Muara Penjaringan Jakarta Utara

Gatot menjelaskan bahwa kebakaran pertama kali diketahui sekitar pukul 05.30 WIB setelah Ketua RT bersama seorang warga bernama Nurhen melihat kobaran api besar dari salah satu lapak warga.

Melihat api yang mulai membesar, saksi segera menghubungi Satuan Tugas Pemadam Kebakaran Kapuk Muara untuk meminta bantuan pemadaman.

Laporan kebakaran kemudian diterima petugas Gulkarmat Jakarta Utara pada pukul 06.15 WIB.

Setelah menerima informasi tersebut, petugas langsung bergerak menuju lokasi kejadian untuk melakukan penanganan.

Petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi sekitar pukul 06.20 WIB dan segera melakukan upaya pemadaman untuk mencegah api meluas ke bangunan lainnya.

"Total ada 115 personel dengan 23 unit mobil pemadam yang dikerahkan memadamkan api tersebut," kata Gatot.

Proses pemadaman berlangsung selama beberapa jam karena kebakaran melanda sejumlah rumah dan lapak di kawasan permukiman warga.

Petugas akhirnya berhasil melokalisasi api pada pukul 07.25 WIB sehingga kobaran tidak terus meluas.

Setelah api berhasil dikendalikan, petugas melanjutkan proses pendinginan mulai pukul 07.58 WIB untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.

Kebakaran akhirnya dinyatakan padam sepenuhnya pada pukul 10.23 WIB.

Berikut kronologi penanganan kebakaran berdasarkan keterangan Gulkarmat Jakarta Utara.

  • 05.30 WIB: Ketua RT bersama warga melihat kobaran api besar dari lapak.
  • 06.15 WIB: Petugas menerima laporan kebakaran.
  • 06.20 WIB: Petugas tiba di lokasi dan mulai melakukan pemadaman.
  • 07.25 WIB: Api berhasil dilokalisasi.
  • 07.58 WIB: Proses pemadaman memasuki tahap pendinginan.
  • 10.23 WIB: Api berhasil dipadamkan sepenuhnya.

Sebanyak 36 Rumah dan Lapak Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp1 Miliar

Berdasarkan pendataan awal Gulkarmat Jakarta Utara, kebakaran melanda bangunan rumah dan lapak warga di dua wilayah rukun tetangga (RT).

  • Gatot menjelaskan bahwa sebanyak 15 unit bangunan terbakar di wilayah RT 15.
  • Sementara itu, kebakaran di wilayah RT 16 menghanguskan 10 lapak dan 11 rumah warga.
  • Rincian bangunan yang terdampak kebakaran adalah sebagai berikut.
  • RT 15: 15 unit bangunan rumah dan lapak.
  • RT 16: 10 unit lapak warga.
  • RT 16: 11 unit rumah warga.
  • Total: 36 unit bangunan terdampak kebakaran.
  • Kebakaran tersebut melanda area dengan luas sekitar 5.000 meter persegi.
  • Gatot memperkirakan total kerugian materiil akibat kebakaran mencapai Rp1 miliar.

"Kebakaran ini melahap rumah dan lapak di atas lahan 5.000 meter persegi dan total kerugian akibat kebakaran ditaksir Rp1 miliar," katanya.

Gulkarmat Pastikan Warga Selamat dari Kebakaran

Gatot menyampaikan bahwa petugas berhasil menuntaskan proses pemadaman setelah berjibaku selama beberapa jam di lokasi kejadian.

Berdasarkan keterangan Gulkarmat, sebanyak 45 jiwa dilaporkan selamat dalam peristiwa kebakaran tersebut.

"Alhamdulillah api berhasil dipadamkan. Total 45 jiwa dan kepala keluarga berhasil selamat dalam kejadian ini," kata Gatot.

Meski kebakaran menyebabkan kerusakan puluhan bangunan dan kerugian materiil yang cukup besar, laporan yang disampaikan Gulkarmat tidak menyebutkan adanya korban meninggal dunia.

Dugaan sementara penyebab kebakaran masih mengarah pada korsleting listrik, sebagaimana disampaikan petugas pemadam kebakaran.

Peristiwa kebakaran di Kapuk Muara tersebut mengakibatkan puluhan rumah dan lapak warga terdampak dengan total area terbakar mencapai sekitar 5.000 meter persegi.

Penanganan kebakaran dinyatakan selesai pada Kamis pukul 10.23 WIB setelah petugas memastikan seluruh kobaran api berhasil dipadamkan.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026